Adam Muslim India ditahan dengan tuduhan ‘berjihad menggunakan cinta’ karena ingin jadikan perempuan Hindu mualaf

Adam Muslim India ditahan dengan tuduhan 'berjihad menggunakan cinta' karena ingin jadikan perempuan Hindu mualaf

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

21 menit yang lalu

Protesters against the "love jihad" law

Penjaga di negara bagian Uttar Pradesh, India, menangkap seorang pria Muslim karena diduga mencoba menjadikan seorang perempuan Hindu sebagai mualaf.

Dia adalah orang pertama yang ditangkap berdasarkan undang-undang baru yang menyalahi perpindahan agama, yang menargetkan “jihad menggunakan cinta” ( love jihad ).

Istilah tersebut digunakan kelompok Hindu radikal untuk mengkriminalisasi pria Muslim yang bersetuju mengajak perempuan Hindu pindah pegangan dengan menikahi mereka.

Undang-undang tersebut mendatangkan kemarahan publik dan para penilai menyebutnya Islamofobia.

Setidaknya empat negara bagian India lainnya sedang menyusun peraturan yang menentang “love jihad”.

Polisi di distrik Bareilly, Uttar Pradesh, mengonfirmasi penangkapan itu di Twitter pada Rabu.

Ayah hawa itu mengatakan kepada BBC Hindi bahwa dia melaporkan pria tersebut karena dia disebutnya sudah “menekan” putrinya untuk pindah agama dan mengancamnya jika tidak.

Perempuan itu diduga sudah menjalin hubungan secara pria Muslim itu, tetapi kemudian menikah dengan orang lain kausa tahun ini.

Polisi mengatakan kepada BBC Hindi bahwa keluarga perempuan itu pernah melaporkan pria itu dengan tudingan penculikan setahun yang morat-marit, tetapi kasus tersebut dihentikan setelah perempuan itu ditemukan dan menyanggah tuduhan tersebut.

Setelah penangkapannya pada hari Rabu, pria itu ditahan dalam penjara yudisial selama 14 hari. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak bersalah dan “tidak memiliki hubungan dengan perempuan itu”.

Undang-undang baru tersebut mengatur hukuman kurungan hingga 10 tahun dan orang-orang yang dituduh melakukan pelanggaran, tidak dapat dikeluarkan dengan uang tanggungan.

Protest against the "love jihad" laws

Barang apa itu larangan ‘love jihad’?

Pada November, Uttar Pradesh menjadi negara arah pertama yang mengesahkan undang-undang yang melarang perpindahan agama “paksa” atau dengan cara “curang”.

Empat negara bagian lainnya – Madhya Pradesh, Haryana, Karnataka dan Assam – sudah mengatakan bahwa mereka berencana untuk membuat undang-undang serupa, yang mendatangi “jihad karena cinta”.

Kelima negeri bagian tersebut dikuasai oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berpengaruh, yang dituduh menormalkan sentimen anti-Muslim.

Para-para kritikus menyebut aturan itu regresif dan ofensif, dan banyak yang khawatir bahwa undang-undang semacam tersebut akan disalahgunakan dan menyebabkan pelecehan karena ” love jihad ” adalah istilah yang digunakan oleh kelompok sayap kanan radikal Hindu.

Ini bukan istilah yang diakui secara resmi oleh hukum India.

Tetapi, istilah itu telah mendominasi informasi utama dalam beberapa bulan belakang.

Pada bulan Oktober, sebuah merek perhiasan populer menarik iklan dengan menampilkan pasangan antaragama setelah gabungan sayap kanan menuduh mereka menawarkan “jihad atas nama cinta”.

Pada kamar November, pihak berwenang menuduh Netflix melakukan hal yang sama, menunjuk ke sebuah adegan dalam serial televisi, A Cocok Boy, dengan menampilkan seorang perempuan Hindu & seorang pria Muslim berciuman masa kamera mengarah ke latar kecil sebuah kuil Hindu.

Menteri Pada Negeri Madhya Pradesh, Narottam Mishra, mengatakan tayangan itu melukai “sentimen agama” dan mengarahkan para penguasa untuk mengambil tindakan hukum terhadap produser dan sutradara serial itu.

Kritikus BJP mengatakan polarisasi agama sudah meningkat sejak Perdana Menteri Narendra Modi pertama kali berkuasa dalam tahun 2014.

About Author


Kenneth Sanders