Alexei Navalny: AS jatuhkan sanksi terhadap Rusia terkait peristiwa peracunan tokoh oposisi

alexei-navalny-as-jatuhkan-sanksi-terhadap-rusia-terkait-kasus-peracunan-tokoh-oposisi-6

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

sejam yang lalu

Alexei Navalny attends a hearing in Moscow, 20 February 2021

Amerika Serikat (AS) sudah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat senior Rusia terpaut kasus peracunan pemimpin oposisi Alexei Navalny.

Mas sanksi ini, yang menargetkan pejabat tinggi intelijen Rusia dan enam orang lainnya, dikoordinasikan dengan langkah seragam oleh Uni Eropa.

Para pejabat AS mengatakan informasi intelijen menyimpulkan bahwa pemerintah Moskow berada di pulih serangan agen saraf dengan nyaris mematikan Navalny di dalam tahun lalu.

Navalny ialah pengkritik paling terkenal terhadap Presiden Vladimir Putin.

Moskow membantah terlibat dalam peracunannya dan mempersoalkan kesimpulan yang, menurut kalangan ahli senjata dari Barat, bahwa Navalny diracun oleh agen Novichok dalam suatu penerbangan di Siberia.

Nama Novichok – “pendatang baru” dalam bahasa Rusia – berlaku untuk sebuah ikatan agen saraf yang dikembangkan di laboratorium oleh Bon Soviet selama Perang Tebal telinga. Mereka melumpuhkan otot & dapat menyebabkan kematian sebab sesak napas.

Untuk memutar video tersebut, aktifkan JavaScript atau jika di mesin pencari lain

Apa tindakan apa sudah dilakukan AS?

Hukuman diberlakukan terhadap tujuh penguasa senior Rusia dan 14 entitas yang terlibat pada produksi kimia dan ilmu makhluk hidup, kata pejabat pemerintah.

“Upaya Rusia untuk membunuh Navalny mengikuti pola penggunaan senjata kimia yang mengkhawatirkan, ” kata seorang pejabat.

Novichok digunakan dalam sebuah gempuran pada 2018 di praja Salisbury, Inggris, terhadap seorang agen ganda Rusia yang diasingkan serta putrinya.

Dalam bawah sanksi tersebut, aset mereka di AS dibekukan.

Mereka yang menjadi bahan sanksi, di antaranya Alexander Bortnikov, yang memimpin FSB, badan intelijen utama Rusia, serta Wakil Menteri Pertahanan Alexei Krivoruchko dan Pavel Popov.

Alexei Navalny

Sanksi tersebut adalah dengan pertama dijatuhkan terhadap Rusia oleh pemerintahan Presiden Joe Biden.

Dia mengambil sikap lebih keras sebab pendahulunya, Donald Trump, terhadap Presiden Putin.

Setelah menelepon mitranya dari Rusia di dalam bulan lalu, Biden mengatakan dia telah memperjelas tabiat AS pada hari-hari ketika mereka “menggelimpang dalam bertemu tindakan agresif Rusia, mencampuri pemilu kami, serangan negeri maya, meracuni warga negaranya”.

Bagaimana dengan Uni Eropa?

Dalam langkah terkoordinasi, Uni Eropa mengumumkan dalam Selasa bahwa mereka telah menargetkan empat pejabat negeri Rusia.

Mereka adalah Alexandr Kalashnikov, Kepala sistem kurungan Rusia, Alexandr Bastrykin, Kepala Komite Investigasi, Kepala Kejaksaan Igor Krasnov, dan Viktor Zolotov, yang mengepalai Garda Nasional.

Sanksi tersebut tercatat larangan perjalanan dan pembekuan aset.

Penal Colony No 2, where Alexei Navalny is serving his jail term, in Pokrov, Russia

Kuli BBC Kevin Connolly pada Brussel mengatakan Uni Eropa melakukan kompromi dengan negeri2 Baltik, yang melihat Rusia sebagai tetangga yang berbahaya, dan negara-negara – terutama Jerman – yang berpegang pada impor gas daripada Rusia.

Langkah tersebut mengikuti serangkaian sanksi Uni Eropa sebelumnya. Pada Oktober, negara-negara yang terhimpun dalam Uni Eropa memberlakukan larangan penjelajahan dan pembekuan aset pada enam pejabat Rusia, termasuk Bortnikov, yang dituduh terkebat dalam peracunan tersebut.

Sentral penelitian senjata kimia juga menjadi sasaran target.

Bagaimana reaksi Moskow?

Negeri Rusia bahkan telah merespons sebelum tindakan AS & Uni Eropa dikonfirmasi.

Di Selasa pagi, Menteri Sungguh Negeri Sergei Lavrov menegaskan kembali klaimnya bahwa Barat “menyembunyikan fakta-fakta yang sanggup membantu memahami apa yang telah terjadi” pada Navalny dan menghukum Rusia dengan tidak adil.

“Kami telah berulang kali menyatakan aksi kami sehubungan dengan sanksi sepihak yang tidak sempurna yang… digunakan oleh kolega dari AS dan mereka yang mengambil contoh dibanding mereka, Uni Eropa, ” katanya.

Pemerintahnya akan menyikapi sanksi apa pun pada bentuk apa pun, tambahnya.

Siapakah Alexei Navalny?

Navalny dikenal karena laku kampanye antikorupsi. Dia telah lama menjadi wajah antitesis Rusia yang paling menonjol terhadap pemerintahan Putin.

Blogger berusia 44 tahun ini memiliki jutaan pengikut di media sosial. Dia menyelenggarakan berbagai langkah yang mendirikan sejumlah pendukungnya terpilih menjelma anggota dewan di Siberia pada 2020.

Navalny diracuni dan mengalami koma selama penerbangan ke Siberia pada Agustus lalu. Dia kemudian diterbangkan ke Jerman, di mana dia dinyatakan pulih.

Pada Januari tempat memutuskan untuk kembali ke Rusia dan ditangkap era tiba di negara tersebut.

Pengadilan bulan lalu membuktikan Navalny melanggar ketentuan balasan sebelumnya terkait kasus penggelapan.

Dikatakan, Novolny tidak muncul ke instansi terkait era dirinya sedang mengikuti era hukuman percobaan. Ketika itu Novolny sedang dirawat dalam Jerman.

Hukumannya yang semula ditangguhkan kemudian diubah menjelma hukuman penjara dua setengah tahun.

Navalny serta pendukungnya mengatakan semua tuduhan terhadapnya bermotif politik. Presiden Biden dan para atasan Uni Eropa telah menyerukan agar dia dibebaskan lekas.

About Author


Kenneth Sanders