Asia menderita akibat ‘resesi terburuk sepanjang ingatan’, kata IMF

Asia menderita akibat 'resesi terburuk sepanjang ingatan', kata IMF

miskin

Asia Pasifik menderita akibat resesi terburuk sepanjang ingatan masyarakat, namun kini mencari jalan pulih, kata Dana Moneter Universal (IMF).

Perkiraan pertumbuhan di tempat itu kembali diturunkan dari satu. 6% ke -2. 2% untuk tahun ini.

Akan tetapi, menurut IMF, ada secercah harapan untuk hidup hingga mencapai hampir 7% tahun depan.

China akan memainkan peranan besar dalam pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik tahun depan, seiring munculnya data terbaru yang menunjukkan pemulihan setelah keterpurukan akibat virus corona.

Biar demikian, masih ada banyak awan hitam mengingat sejumlah negara, seperti India, Filipina, dan Malaysia, sedang berjuang memerangi penularan Covid-19.

“Lukanya hendak dalam, ” sebut IMF, seraya merujuk investasi rendah yang bahan terkena dampak tidak langsung tenggat pertengahan dekade.

Ketegangan AS-China

Tak hanya berurusan dengan imbas pandemi, negara-negara di kawasan Asia Pasifik serupa terpengaruh perang dagang AS-China beserta ketegangan antara kedua negara adidaya ekonomi tersebut.

Berbicara kepada BBC di Kamis (22/10), Jonathan Ostry demi direktur pelaksana IMF untuk Asia dan Pasifik, mengatakan: “Untuk wilayah yang sangat berorientasi ekspor, tersebut akan menjadi risiko besar ke depannya.

“Kami khawatir adanya decoupling pusat-pusat teknologi besar—tidak hanya di China dan AS tapi lebih luas, yang bakal membuat perdagangan hi-tech memudar serta menyebabkan ketidakefisienan produksi. ”

Awal pasar ini, China merilis data kuartal Juli-September yang memperlihatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4, 9% jika dipadankan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

China dipandang IMF sebagai “angka positif yang langka di lautan negatif”.

Pertumbuhan pada 2021

Berita baiknya merupakan IMF mengestimasi pertumbuhan kawasan Asia Pasifik mencapai 6, 9% di dalam 2021, namun hal ini bergantung pada banyak faktor, termasuk penetapan penyebaran virus corona.

“Dengan rangkaian kecendekiaan yang tepat dan sokongan universal ketika diperlukan, mesin-mesin Asia mampu kembali bekerja sama dan meluluskan tenaga terhadap kawasan untuk menuju ke depan, ” kata Ostry.

Salah satu tantangannya adalah mendiversifikasi ekonomi negara-negara Asia dari ketergantungan di dalam ekspor, yang disebut IMF “dalam tahap pengembangan”.

About Author


Kenneth Sanders