Bukit Merapi masih alami aktivitas kegempaan yang tinggi, bagaimana prediksi erupsi dan skema mitigasi di kala pandemi Covid-19?

Bukit Merapi masih alami aktivitas kegempaan yang tinggi, bagaimana prediksi erupsi dan skema mitigasi di kala pandemi Covid-19?

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Gunung Merapi

Aktivitas kegempaan Gunung Merapi masih tinggi sejak statusnya dinaikkan menjadi siaga atau level tiga di dalam 5 November. Aktivitas kegempaan dengan tinggi itu menimbulkan guguran tebing lava lama.

“Guguran serupa ini merupakan kejadian yang umum terjadi pada saat Gunung Merapi mengalami kenaikan aktivitas menjelang erupsi, ” kata Kepala Balai Tatapan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida.

Dalam rilis tertulis Senin (23/11), BPPTKG meminta warga tidak panik serta tetap mengikuti rekomendasi dan arahan daripada instansi-instansi terkait.

Guguran tebing lava lama itu terjadi pada Minggu dan berada di kawah mengadukan. Namun material guguran jatuh ke dalam kawah sehingga sampai masa ini tidak berpengaruh pada kehidupan Gunung Merapi.

Gunung Merapi

Sementara itu proses evakuasi awak dari lereng Gunung Merapi sejak penetapan status siaga masih difokuskan untuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Di barak pengungsian, pemerintah menyatakan menyiapkan sekat agar kaidah jaga jarak dapat dijalankan perlu menekan penyebaran virus corona.

Aktivitas vulkanik Merapi kini telah melampaui status siaga saat gunung api tersebut meletus tahun 2006.

Kalaupun Merapi meletus secara eksplosif, skalanya diperkirakan tidak akan sebesar letusan tahun 2010 yang dinyatakan terbesar pada satu abad terakhir.

Bagaimana kondisi Merapi saat ini?

Gunung Merapi

Sejak tahun 2018, Merapi sampai sekarang beberapa kali merasai letusan eksplosif dalam skala Volcanic Explosivity Index-1, kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Hanik Humaida.

Sebagai komparasi, letusan eksplosif besar Merapi tahun 2010 yang menewaskan 277 orang tergolong Volcanic Explosivity Index-4.

merapi

Berdasarkan pantauan, Hanik menyebut kesibukan Merapi saat ini sudah melewati kondisi munculnya kubah lava tahun 2006. Saat Merapi akhirnya meletus tahun 2006, jumlah korban nyawa setidaknya mencapai 151 orang.

Namun, cakap dia, situasi Merapi hari tersebut masih lebih rendah dibandingkan hari-hari jelang erupsi tahun 2010.

“Indikator penilikan sudah melampaui kondisi siaga 2006, sehingga muncul dua skenario yakni ekstrusi magma dengan cepat & erupsi ekplosif, ” ujar Hanik dalam jumpa pers virtual, Rabu (11/11).

“Data pemantauan terus meningkat menuju dekatnya waktu erupsi. Jika terjadi erupsi eksplosif, kemungkinan tidak sejumlah tahun 2010.

“Dasarnya apa? Sebab tidak terjadi kegempaan. Artinya tak ada tekanan magma yang terlalu, migrasi magma terjadi secara rendah, ” kata Hanik.

Gunung Merapi

Bagaimanapun, kata Hanik, masyarakat di sekitar Merapi sopan waspada, terutama yang tinggal serta beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak Merapi atau Tempat Rawan Bencana (KRB) III.

Hanik berkata, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi pada KRB III patut dihentikan. Selain itu, dia menyebut kegiatan turisme di zona merah ini pula perlu disetop.

“Tidak melakukan kegiatan di daerah bahaya, ” ujarnya. Hanik juga mengingatkan warga di zona merah untuk bersiap mengungsi sewaktu-waktu.

Gunung Merapi

‘Pembuktian evaluasi bencana sebelumnya’

Daerah yang sensitif bahaya letusan Merapi berada di empat wilayah berbeda, yaitu Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten di Jawa Tengah.

Di Sleman, terdapat tiga kawasan yang kini masuk zona abang. Satu di antaranya masih dihuni warga, yaitu Kalitengah Lor. Tengah itu, dua dusun lainnya sudah dikosongkan lewat program relokasi pasca-letusan tahun 2010.

Koordinator Tim Reaksi Segera BPBD DIY, Pristyawan, menyebut evakuasi warga dari dusun Kalitengah Lor bersifat mandiri. Namun yang diutamakan menempati pengungsian kini adalah kaum rentan.

“Evakuasi warga Kalitengah Lor telah dicicil, kelompok rentan dan hewan ternak sudah turun, ” kata Pristyawan saat dihubungi.

“Mitigasi masyarakat lereng Merapi sudah berjalan, pemerintah status menunjukkan kehadiran, memberikan dukungan sopan atas apa yang mereka mesti lakukan.

“Ini momentum untuk membuktikan hasil persiapan menghadapi bencana pasca-erupsi tarikh 2010, ” tuturnya.

Gunung Merapi

Camat Cangkringan, Suparmono, menyebut warga dari Kalitengah Lor mengungsi secara swadaya. Mereka mendarat dari lereng Merapi menggunakan instrumen pribadi maupun truk yang disiagakan secara kolektif.

Suparmono menyebut pemerintah tak akan menjemput warga. Evakuasi berantara, kata dia, dilakukan agar kelompok tidak panik.

“Warga turun dengan bala mereka sendiri. Warga koordinasi secara dusun, ada yang menumpang truk, kendaraan pribadi. Kami minta tak ada penjemputan supaya tidak ada kepanikan. Tetangga kalau melihat itu dijemput, beramai-ramai, pasti panik, ” tuturnya.

Gunung Merapi

‘Satu orang satu bilik’

Terkait pandemi yang masih berlangsung, Suparmono meminta ratusan warga yang menempati pengungsian akan tetap bisa menjalankan adat Covid-19.

Selain sarana cuci lengah, dia menyebut sekat-sekat telah dipasang di tenda pengungsian agar setiap orang dapat menjaga jarak tenang.

“Barak pengungsian semua pakai bilik. Mulia bilik satu orang, kalau suami-istri satu bilik dua orang, ” kata Suparmono kepada Ignasia Dhita, wartawan di Yogyakarta yang mengadukan untuk BBC Indonesia.

“Sarana cuci tangan juga sudah lengkap. Tapi sedang ada pengungsi yang pakai masker kain, kami berpikir bagaimana biar mereka bisa pakai masker medis, ” ujarnya.

Gunung Merapi

Namun protokol kesehatan pada tenda itu dikeluhkan sejumlah pengungsi lansia dari Kalitengah Lor. Rumor yang mengemuka berkaitan dengan ketenteraman.

“Keluhan cuma gerah. Kalau di panti sendiri tidak disekat, kalau dalam sini disekat, udaranya jadi gerah. Maklum saya orang tua, ” logat Arjodinomo, perempuan berusia 70-an akhir.

“Malam enggak bisa tidur karena gerah. Enggak ada kasur, cuma itu, lembaran seperti ini saja, ” kata dia.

Arjodinomo berkata tidur berhubungan kakak perempuannya dalam satu kelas. Sejak mengungsi, dia melihat kaum lansia diberikan obat-obatan oleh petugas medis.

About Author


Kenneth Sanders