China memperingatkan kemerdekaan Taiwan ‘berarti perang’ usai gelar latihan tempur

china-memperingatkan-kemerdekaan-taiwan-berarti-perang-usai-gelar-latihan-tempur-6

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

A woman holds a Taiwanese flag

China mengeluarkan pernyataan keras berupa rujukan, bahwa upaya Taiwan untuk mencari kemerdekaan dari Beijing “berarti perang”.

Peringatan ini dikeluarkan beberapa keadaan setelah Beijing unjuk kekuatan militer melalui latihan pesawat tempur dalam dekat kawasan Taiwan.

Ini juga muncul di tengah kedekatan hubungan antara Taiwan dan AS, yang menerima pemerintahan baru di bawah Joe Biden pekan lalu.

Dalam sebuah pemberitahuan pada Kamis (28/01), AS mengisbatkan Washington berkomitmen untuk mendukung keterampilan pertahanan Taiwan.

China memandang Taiwan yang pemerintahannya dibentuk secara demokratis sebagai salah satu provinsinya, tapi Taiwan menempatkan diri sebagai negara yang berdaulat.

“Kami secara betul-betul memberitahu kepada pasukan kemerdekaan Taiwan: mereka yang bermain dengan elektrik akan terbakar, dan kemerdekaan Taiwan berarti perang, ” kata Ahli bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian, dalam sebuah konferensi pers, Kamis (28/01).

Dia juga berdalih bahwa kegiatan militer yang dilakukan baru-baru ini adalah “tindakan yang dibutuhkan untuk menghadapi situasi keamanan saat ini di Selat Taiwan beserta untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan nasional. ”

AS merespons pada Kamis (28/01) malam.

“Kami menilai catatan itu tidak menguntungkan, dan tetap saja tidak sepadan dengan rencana kami memenuhi kewajiban di lembah Undang Undang Hubungan Taiwan, ” kata sekretaris pers Pentagon, John Kirby, kepada wartawan—pernyataan pertama pemerintahan Presiden Joe Biden mengenai ikatan China-Taiwan.

Kirby menambahkan, bahwa Pentagon “memandang tak ada alasan ketegangan menimpa Taiwan perlu diarahkan kepada objek seperti konfrontasi”.

Pemerintahan baru AS diperkirakan akan tetap menekan China terpaut berbagai masalah, termasuk hak dasar manusia, sengketa perdagangan, Hong Kong, dan Taiwan di tengah ikatan yang buruk antara China-AS.

Chinese President Xi Jinping (R) shake hands with U.S Vice President Joe Biden (L) inside the Great Hall of the People on December 4, 2013 in Beijing, China

China dan Taiwan punya pemerintahan terpisah sejak berakhirnya perang sipil pada 1949. Beijing sudah lama berupaya membatasi pekerjaan internasional Taiwan, dan keduanya mencari jalan untuk memperoleh pengaruh dari wilayah Pasifik.

Ketegangan hubungan keduanya meningkat di dalam beberapa tahun terakhir, dan Beijing tak segan menggunakan kekuatannya untuk mengambil Taiwan kembali.

Mesikpun Taiwan secara resmi hanya diakui oleh sedikit negara, akan tetapi pemerintahan yang terbentuk dari sistem demokrasi itu memiliki hubungan komersial dan rileks yang kuat dengan banyak negara.

Seolah-olah kebanyakan negara lainnya, Washington DC tak memiliki hubungan diplomatik secara Taipei.

Tapi di dalam Menjemput Undang Hubungan Taiwan, AS berkewajiban memasok senjata pertahanan ke Taiwan, dan menekankan setiap serangan pada Taiwan akan dianggap sebagai “urusan genting” bagi AS.

Presentational grey line

About Author


Kenneth Sanders