Covid-19: India dilanda ‘tsunami Covid’ setelah gelar ritual massal keagamaan dan pawai politik – 230. 000 kasus dalam sehari

covid-19-india-dilanda-tsunami-covid-setelah-gelar-ritual-massal-keagamaan-dan-pawai-politik-230-000-kasus-dalam-sehari-11

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

2 jam yang lalu

india

Sumber gambar, Reuters

India mencatat sebanyak 230. 000 kasus baru Covid-19 pada Sabtu (17/04) jadi jumlah kasus secara keseluruhan di negara itu menyentuh 140 juta sejak pandemi dimulai tahun lalu.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan bahwa “kasus-kasus dan kematian terus meningkat pada laju yang mengkhawatirkan”.

Dia memasukkan, “secara global, jumlah kasus baru per pekan hampir berlipat ganda selama perut bulan terakhir”.

Mengaji juga:

AS, India, dan Brasil—tiga negara dengan jumlah kejadian penularan Covid-19 terbanyak dalam dunia—mencatat lebih dari kepala juta kematian, menurut Universitas Johns Hopkins.

Pekan berarakan, rata-rata sebanyak 12. 000 kematian dilaporkan terjadi pada setiap hari di seluruh dunia, demikian dilaporkan kantor berita AFP.

Akan tetapi, pencatatan angka resmi sedunia agak-agak tidak menggambarkan angka dengan utuh di banyak negeri.

Apa yang terjadi pada India?

Beberapa pekan lalu, India tampak mampu melayani pandemi. Pada Januari tenggat Februari, kasus Covid-19 dalam negara itu berada dalam bawah 20. 000—relatif lembut di negara dengan 1, 3 miliar penduduk.

Untuk menyesatkan video ini, aktifkan JavaScript atau coba di pesawat pencari lain

Pada periode itu, perkantoran, rekan tradisional, mal, dan berbagai moda transportasi beroperasi secara kapasitas penuh. Pesta ijab kabul, acara keagamaan, dan pawai politik turut digelar, dengan para pesertanya sebagian luhur tidak memakai masker dan menjaga jarak.

Karenanya, sebagaimana dikatakan seorang sinse kepada wartawan BBC, Vikas Pandey dan Anshul Verma, terjadi “tsunami Covid”.

india

Sumber gambar, Getty Images

Selama tiga hari berturut-turut, dibanding Kamis (15/04) hingga Sabtu (17/04) jumlah kasus Covid-19 mencetak rekor. Khusus di dalam Sabtu (17/04), sebanyak 234. 000 kasus dilaporkan berlaku.

Acara keagamaan diikuti jutaan orang

kumbh mela

Sumber gambar, Reuters

Perhatian rakyat India kini tertuju pada Festival Kumbh Mela yang diikuti jutaan umat Hindu. Sedikitnya satu. 600 orang teruji positif mengidap Covid-19 setelah mengikuti acara tersebut antara 10-14 April.

Foto-foto menunjukkan sekian banyak orang berkumpul di Kota Haridwar, Negara Bagian Uttarakhand, kemudian berendam bergabung di Sungai Gangga.

kumbh mela

Sumber gambar, Getty Images

Umat Hindu di India meyakini sungai tersebut suci dan berendam di dalamnya mau membersihkan dosa-dosa sekaligus mendatangkan keselamatan.

Sebuah perkumpulan pengikut Hindu memutuskan menarik muncul dari festival tersebut.

“Kumbh Mela sudah selesai bagi kami, ” prawacana Ravindra Puri, sekretaris perkumpulan Niranjani Akhada kepada jalan setempat.

Keputusan itu diambil sehari setelah Swami Kapil Dev, kepala perkumpulan Hindu lainnya, meninggal dunia secara diagnosa Covid-19.

kumbh mela

Sumber gambar, Getty Images

Meski demikian, banyak yang tidak mengambil sikap serupa.

Ujwal Puri, misalnya. Pebisnis berusia 34 tahun itu tiba di Haridwar pada 9 Maret dengan bersenjatakan sebesar botol hand sanitiser, kedok, dan pil vitamin.

Kepada BBC, dia mengaku tak diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas di bandara atau di Haridwar. Saat beribadah di Haridwar, banyak orang tampak tidak memakai kedok. Kalaupun ada yang menjalankan, masker diturunkan ke dagu.

“Tidak ada jarak sosial. Orang-orang duduk bersebelahan dengan rapat untuk berdoa, ” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, sejarawan India bernama Gopal Bhardwaj menilai festival tersebut seharusnya ditunda.

“Kumbh kudu ditunda. Kumbh dimaksudkan untuk memberi kedamaian pada sanubari. Bagaimana mungkin orang menjumpai kedamaian diri jika orang tercinta tertular Covid? ”

About Author


Kenneth Sanders