Covid-19: Sekolah dengan pembelajaran tatap muka akan dibuka teristimewa di tengah tingkat infeksi yang masih tinggi, pengkritik: ‘Logikanya di mana, tersebut bisa mengerikan’

covid-19-sekolah-dengan-pembelajaran-tatap-muka-akan-dibuka-lagi-di-tengah-tingkat-infeksi-yang-masih-tinggi-pengamat-logikanya-di-mana-ini-bisa-mengerikan-16

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

3 jam yang lalu

Orang tua murid SD Negeri 1 Wesalo mengantar murid ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah Kecamatan Lalolae, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Rabu (17/03).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/JOJON

Di tengah bergulirnya vaksinasi terhadap lima juta pendidik dan tenaga pendidik yang dimulai Februari semrawut dan ditargetkan selesai di akhir Juni, pemerintah Indonesia merencanakan pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli, saat pembukaan ajaran baru.

Beberapa sekolah di daerah telah menjalankan simulasi PTM dari sekarang.

Seperti di Solo, Jawa Tengah, terdapat 23 madrasah dan satu madrasah yang telah melakukan PTM, laksana SMP Negeri 13 Tunggal yang melaksanakannya sejak Senin lalu (22/03).

Di Bekasi, Jawa Barat, terdapat 110 sekolah tingkat SD & SMP yang menjalankan PTM, di antaranya SMP Daerah 2 Kota Bekasi.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, menegaskan PTM sanggup dilakukan jika tingkat urusan positif ( positivity rate ) infeksi virus corona di suatu daerah rendah atau kurang dari 5% sehingga masuk dalam kategori zona tenteram.

“Itu bagaimana logikanya saat kasus harian masih 6. 000 bahkan pernah 10. 000 sekolah bahkan dibuka? Angka itu menunjukan positivity rate dan level penularannya masih tinggi. Ini bisa mengerikan, transmisi dalam kalangan murid akan luhur, dan menciptakan klaster sekolah, ” kata Yunis kepada BBC News Indonesia, Selasa (23/03).

Tingkat positif pada Indonesia berada di nilai sekitar 13% yang berarti memiliki penularan tinggi serta berbahaya bagi murid kalau harus bersekolah.

Membaca juga:

Jawa Barat berada di tingkat perdana penambahan jumlah kasus harian, lalu diikuti Jakarta & Jawa Tengah.

Solo dan Bekasi berada pada zona jingga dengan resiko penularan sedang, Selasa (23/03).

Sementara itu, pengamat pendidikan menilai PTM mampu dilakukan jika seluruh tenaga pendidik telah divaksin, instrumen prasarana sekolah menunjang pelaksanaan protokol kesehatan, serta ada pengawasan dan evaluasi yang ketat dari pemerintah wilayah, guru, hingga masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan & Kebudayaan, Nadiem Makarim, menargetkan akhir Juni, sekitar lima juta pendidik dan gaya pendidik menerima vaksin jadi pada tahun ajaran 2021/2022, sekitar pada Juli, penelaahan tatap muka dapat dikerjakan.

Pelaksanaan PTM di zona jingga

Siswa SMP Muhammadiyah 1 Solo sedang mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka pada Jumat (19/3).

Sumber gambar, Fajar Sodiq

“Saya senang seluruhnya bisa masuk sekolah balik karena hampir setahun pada rumah. Yang dirindukan ialah keramaian di sekolah seperti sama teman yang semasa ini tidak bertemu, ” ungkap seorang siswa bagian IX SMP Negeri 13 Solo usai melaksanakan PTM kepada wartawan Fajar Sodiq yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Selasa (23/03).

Ini adalah hari ke-2 fase pertama bagi pengikut SMP Negeri 13 Tunggal dalam melaksanakan simulasi PTM.

Pembelajaran berlangsung besar jam dari pukul 07. 00 hingga 09. 00 WIB yang diisi 3 mata pelajaran.

“Secara keseluruhan berjalan kondusif & sesuai dengan protokol kesehatan tubuh. Anak-anak berangkat dan kembali dijemput orang tua. Kemudian memakai masker, cuci tangan, cek suhu tubuh, ” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 13 Solo Kucisti Ike Retnaningtyas.

Ike memasukkan, jumlah murid dalam kepala kelas berjumlah sekitar 16 orang atau 50% sejak jumlah siswa dengan jangka antar kursi sekitar utama meter.

Murid yang tinggal di zona kritis tidak bisa mengikuti PTM dan hingga kini sudah 80% guru dari madrasah itu yang menerima vaksin tahap dua, dan sisanya vaksin tahap satu, logat Ike.

Anak murung pada rumah

Siswa kelas IX SMP Negeri 9 Solo sedang mengikuti pembelajaran tatap muka. Masing-masing tempat duduk siswa diberi jarak.

Sumber gambar, Fajar Sodiq

Salah satu orang gelap murid dari SMP Jati 4 Solo yang sudah melaksanakan PTM sejak Senin lalu, Henry Satya Negeri mendukung program tersebut.

“Mengantar dan menjemput bani harus on time , dan harus pengampu sendiri. Dan di kendaraan ada tulisan (nama anak) semacam di bandara. Nanti ada petugas sekolah yang bakal memanggil anak itu. Tak boleh keluar kalau orang tuanya belum ada pada sekolah, ” kata Henry.

Henry mengizinkan anaknya kembali ke sekolah sebab metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama setahun tersebut telah membuat anak penuh.

“Saya lihat jika di rumah itu, bani terkesan murung, di zona terus, ” kata Henry.

Ia pun tak takut dengan potensi penularan Covid-19 karena percaya dengan kemampuan sekolah melaksanakan protokol kesehatan.

Selain di Solo, PTM juga berlaku di Kota Bekasi, seperti SMP Negeri 2 Tanah air Bekasi yang melaksanakan PTM sejak Senin kemarin.

Pelaksanaan PTM diikuti 50% atau maksimal 18 murid dengan jam belajar sebab 08. 00 hingga 10. 00 WIB.

Tiruan pemanasan sebelum PTM kamar Juli

Siswa SMP Negeri 13 Solo mengikuti simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di Solo, Jawa Tengah, Kamis (18/03).

Sumber gambar, Antara Foto/Maulana Surya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tunggal, Etty Retnowati, mengatakan pengoperasian PTM sekolah bersifat tiruan.

“Ini untuk pemanasan mengistiadatkan anak bangun, mandi cepat, pakai seragam, dan dasar. Ini sulit karena anak-ank sudah setahun tidak madrasah, ” kata Etty.

Etty menambahkan terdapat 23 sekolah dan satu madrasah yang melaksanakan PTM sebab sekitar 72 sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Solo, Siti Wahyuningsing mengatakan, saat in tutor yang telah divaksin pada Solo mencapai 5. 700 guru dari total kira-kira 10. 000 orang.

“Untuk guru sudah divaksin di Solo jadi nanti ketika Juli tatap depan, kekebalannya sudah muncul karena sudah beberapa waktu yang lalu, ” kata Siti.

Di wilayah lain, Pemprov DKI Jakarta berencana membuka sejumlah sekolah buat dijadikan percontohan PTM. Terdapat sekitar 50 hingga 100 sekolah dari SD maka SMA yang kemungkinan melakukan PTM.

“Logikanya yang mana? ”

Siswa membaca Al Quran saat pembelajaran tatap muka (PTM) di SDI Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (22/03).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/IRFAN ANSHORI

Epidemiolog sebab Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, mendukung program PTM mengingat dampak negatif dengan ditimbulkan pelaksanaan PJJ.

Namun, pelaksanaan itu tak bisa dilakukan saat level penyebaran virus corona sedang tinggi, katanya.

“Ini dengan jalan apa logikanya ya? Bilamana peristiwa kita hariannya masih 6. 000 bahkan hingga 10. 000, mau sekolah, logikanya di mana? Ini membangun artinya positivity rate , tingkat penularannya masih tinggi, ” kata Yunis.

Menurut Yunis, sebelum mengizinkan sekolah dibuka, pemerintah harus terlebih dahulu memutus jaring penyebaran Covid-19, dengan cara meningkatkan tes, penelusuran kontak, serta pembatasan sosial.

“Guru divaksin itu tidak lantas aman, Sinovac itu efikasinya 65, 3%, artinya 34, 7% guru masih bisa terinfeksi, apalagi muridnya yang tidak divaksin.

Potensi transmisi mulai dari rumah, di perjalanan, di dalam sekolah, pulang sekolah, ” introduksi Yunis.

“Di China yang sudah hijau, positivity rate di bawah 5%, melaksanakan protokol ketat serta mahal, saja masih merembes, apalagi kemungkinan di Indonesia, ” katanya.

Langsung apa solusinya? Menurut Yunis, suatu daerah bisa melakukan PTM jika tingkat infeksi harian berada di kolong 5% dan masuk di dalam zona hijau – penularan Covid rendah.

“Kalau 5% hingga 10% tersebut sedang, bisa PTM tapi dengan syarat protokol kesehatan tubuh ketat seperti semua harus diswab atau antigen buat memitigasi resiko. Sanitasi molek, thermo gun , dan hand sanitizer .

“Tapi kalau pada atas 10% itu luhur, tidak boleh PTM. Berantakan, anak diberikan vaksin Pfizer yang bisa untuk usia enam tahun ke berasaskan. Kasihan anaknya kalau harus sekolah tapi belum diimuniasi, ” ujarnya.

Tanpa sampai sekolah jadi klaster Covid-19

Guru mengawasi siswa saat ujian sekolah di SDN 1 Narimbang Mulia, Lebak, Banten, Selasa (23/03).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji, menunjang PTM Juli mendatang.

“Karena PJJ membuka data bahwa kualitas murid menjadi menurun, kekerasan pada anak meningkat, paparan terhadap gadget meningkat dari kecanduan maka kena sakit jiwa, ” kata Ubaid.

Namun, pelaksanaan PTM harus dilakukan dengan persiapan matang & pelaksanaan protokol kesehatan dengan ketat.

“Juli itu sebentar lagi, tapi masih banyak sekolah yang sarana prasarananya belum siap, serupa sanitasinya buruk. Pemantauan kami, satu dari tiga toilet sekolah itu tidak mulia. Lalu tempat cuci tangan tidak ada, ” cakap Ubaid.

Kemudian, tenggat saat ini, masih banyak tenaga pendidik yang belum divaksin, kata Ubaid.

“Sekolah juga masih ada yang belum melakukan pemetaan siswa dan guru laksana tinggal dimana, bagaimana ke sekolah, pernah bertemu dengan kasus positif, peta itu harus dilakukan jangan datang sekolah jadi klaster Covid-19, ” kata Ubaid.

Pemerintah harus memberikan alokasi dana operasional kepada madrasah untuk mempersiapkan hal tersebut.

“Dampak positif PTM itu, kualitas bisa indah, angka kekerasan anak tidak ada lagi, pembelajaran berjalan efektif. Tapi negatifnya kalau tidak dipersiapkan matang, akan ada klaster baru di sekolah, ” katanya.

Target Juli PTM terlaksana

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau vaksinasi COVID-19 massal bagi pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/02).

Sumber gambar, Antara Foto/Hafidz Mubarak A

Presiden Joko Widodo berharap pelaksanaan vaksin kepada para tenaga pendidik selesai dengan cepat sehingga PTM dapat dilakukan dalam awal ajaran baru, Juli mendatang.

“Sehingga pada bulan Juli saat berangkat ajaran baru semuanya bisa berjalan normal kembali, beta kira targetnya itu, ” ujar Jokowi saat meninjau vaksinasi di SMA Negeri 70 Jakarta, Rabu (24/02).

Senada dengan itu, Menteri Pendidikan dan Kultur Nadiem Makarim menargetkan vaksinasi terhadap 5, 5 juta pengajar selesai pada akhir Juni.

“Setelah mayoritas pendidik dan tenaga kependidikan divaksin dosis kedua dan selambatnya tahun ajaran baru, oleh karena itu satuan pendidikan diwajibkan memberikan opsi layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas, ” kata Nadiem dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, Kamis (18/03).

Berdasarkan data hingga November tahun lalu, lebih lantaran 500 ribu satuan pendidikan yang telah mengajukan izin melakukan PTM.

Asas PTM dilakukan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/03).

Sumber tulisan, JARANG FOTO/GALIH PRADIPTA

Nadiem menjelaskan alasan dilakukannya PTM pada Juli mendatang. Perdana, Covid-19 memiliki resiko dengan lebih tinggi menginfeksi tenaga pendidikan, sementara infeksi di anak umumnya tidak bergejala.

Kedua, resiko transmisi Covid-19 lebih besar zaman anak di beraktivitas dalam luar sekolah, bukan zaman PTM di dalam bagian.

Ketiga, Nadiem memerhatikan perkembangan pendidikan Indonesia yang tertinggal jauh dengan negeri lain yang terdampak Covid-19 juga.

“Kita lihat statistik yang cukup mengkhawatirkan saya. Dari semua 23 negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, Bapak, Ibu, kita, adalah 85% dari semua negara tersebut sudah buka sekolahnya. Kita tertinggal. Kita dalam 15% dari negara itu dengan masih melakukan cuma partially open .

Tapi kenyataan kalau 15% bukan partially peduli, tapi kebanyakan tertutup. Jadinya ini adalah suatu situasi yang, keputusan kita ialah kita mau ketinggalan seberapa jauh dari negara asing. Ini di Asia sungguh, ” kata Nadiem.

Nadiem mencontohkan Amerika Serikat dengan memiliki tingkat penularan Covid yang lebih parah telah membuka 40% sekolahnya buat PTM.

“Jadi ini betul-betul keputusan kita sebagai pembuat kebijakan dan keputusan pemerintah dan semua instansi yang peduli ke anak-anak kita bahwa kita harus secepat mungkin mengembalikan anak untuk melakukan tatap muka, ” ujarnya.

About Author


Kenneth Sanders