Covid di India terus menebar maut: Kremasi massal jenazah penderita virus corona tak dapat terhindarkan di tengah gelombang kedua penularan

covid-di-india-terus-menebar-maut-kremasi-massal-jenazah-penderita-virus-corona-tak-dapat-terhindarkan-di-tengah-gelombang-kedua-penularan-34

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

8 jam yang lalu

Gambaran mengerikan dari India yang menunjukan keberlanjutan level krisis di negara itu, saat gelombang kedua virus corona membawa kematian lebih dari 200. 000 tali jiwa.

Keterangan! Artikel ini berisi gambar-gambar yang mampu membuat sebagian orang merasa tidak nyaman

Workers and relatives stand around burning funeral pyres at night

Sumber gambar, Danish Siddiqui / Reuters

Gelombang kasus Covid di India menemui lonjakan dalam tujuh keadaan terakhir dibandingkan negara-negara asing.

Orang-orang meninggal saat mengantre mendapatkan tempat tidur pada rumah sakit, sementara ketersediaan oksigen terus menurun dan rumah sakit berada pada bawah tekanan yang tak kunjung reda.

Belakangan ini proses kremasi jenazah juga dilakukan di asing tempat krematorium, beroperasi semasa 24 jam tanpa henti. Para pekerja kremasi makin mengatakan mereka tak punya waktu senggang sejak upacara pemakaman terakhir.

Bagi pengikut Hindu, kremasi secara tradisi adalah bagian penting sebab ritual pemakaman, karena mereka meyakini jenazah harus dimusnahkan untuk memisahkannya dengan sukma.

Di Kota Delhi, para-para pekerja kremasi terpaksa membikin tumpukan kayu untuk pembakaran darurat, dengan ruang-ruang parkir dan ruang terbuka lainnya dijadikan tempat untuk kremasi.

Dilaporkan juga, pihak berkuasa telah menebang pohon dalam taman kota untuk digunakan sebagai kayu bakar.

Pihak keluarga harus menunggu berjam-jam untuk menunggu giliran anggota keluarga mereka dikremasi. Pihak keluarga juga dimintai bantuan untuk menumpuk kayu serta membantu ritual lainnya.

Berikut adalah foto-foto dari Delhi yang menunjukkan para pelaku dan keluarga korban Covid-19 yang mengambil bagian daripada kremasi.

A person sits on the ground clutching wood at a cremation ground in New Delhi, India

Sumber gambar, Naveen Sharma/SOPA Images/Shutterstock

A health worker wearing personal protective equipment (PPE) walks past a row of wrapped bodies of Covid victims lying on prepared funeral pyres in New Delhi, India

Sumber gambar, Adnan Abidi / Reuters

People prepare funeral pyres for a mass cremation in New Delhi, India

Sumber gambar, Adnan Abidi / Reuters

A man wearing personal protective equipment (PPE) stands next to funeral pyres in New Delhi, India

Sumber tulisan, Adnan Abidi / Reuters

Relatives wearing PPE kit (Personal Protection Equipment) mourn next to funeral pyres at a crematorium in New Delhi, India

Sumber gambar, Amarjeet Kumar Singh / Shutterstock

People wait to cremate Covid victims whilst surrounded by burning funeral pyres in New Delhi, India

Sumber gambar, Danish Siddiqui / Reuters

Funeral pyres burn in a crematorium in New Delhi, India

Sumber gambar, Danish Siddiqui / Reuters

Health workers carry wood for funeral pyres in New Delhi, India

Sumber gambar, Adnan Abidi / Reuters

A woman wearing PPE stands next to the body of a family member in New Delhi, India

Sumber gambar, Adnan Abidi / Reuters

An aerial view of cremations in New Delhi, India

Sumber gambar, Danish Siddiqui / Reuters

A boy mourns his father, who died from Covid, in New Delhi, India

Sumber gambar, Adnan Abidi / Reuters

Relatives wearing personal protective equipment (PPE) mourn next to the body of a relative in New Delhi, India

Sumber gambar, Adnan Abidi / Reuters

Relatives wearing personal protective equipment (PPE) mourn a man and place hands on each other's backs

Sumber gambar, Adnan Abidi / Reuters

Relatives attend the cremation of a Covid victim in New Delhi, India

Sumber gambar, Adnan Abidi / Reuters

Family members sit next to the burning funeral pyres in New Delhi, India

Sumber gambar, Adnan Abidi / Reuters

A family member wearing personal protective equipment (PPE) stands next to a body of a person in crematorium as smoke hangs in the air

Sumber gambar, Adnan Abidi / Reuters

Semua memotret ini dilindungi oleh benar cipta.

About Author


Kenneth Sanders