Ibadah Pra-Paskah Gereja Katedral Makassar setelah diguncang bom, jemaat: ‘Iman saya makin kuat”

ibadah-pra-paskah-gereja-katedral-makassar-setelah-diguncang-bom-jemaat-iman-saya-makin-kuat-10

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

51 menit yang semrawut

bom Makassar, gereja

Sumber tulisan, Polda Sulsel

Pukulan teror bom bunuh muncul pada Minggu lalu (28/03) tidak menyurutkan para rohaniawan dan jemaat Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, untuk tetap melaksanakan rangkaian ibadah menyambut Paskah 2021.

Salah satunya terlihat pada sesi ibadah Jalan Salib pada hari Jumat Terkenal (02/04). Para jemaat yang hadir mengikuti ibadah secara lancar walau di pusat penjagaan yang ketat dari para petugas keamanan pada gerbang, halaman dan pintu masuk gereja.

Setelah jemaat selesai melaksanakan bagian ibadah Jalan Salib, patuh pantauan wartawan Darul Amri di Makassar untuk BBC News Indonesia, polisi balik melakukan rekonstruksi ulang kasus bom bunuh diri.

Titik rekonstruksi ini berharta di luar pagar gereja atau tepat di pertigaan Jalan Kajaolalido dan RA Kartini, tepat depan gerbang utama gereja Katedral.

bom Makassar, gereja

Sumber tulisan, Darul Amri

Sehari sebelumnya, pada ibadah Kamis Putih (1/4), cukup banyak jemaat yang mengikuti prosesi ritus di gereja itu dengan terbagi dalam dua bagian, yaitu sore dan malam.

Dengan tetap mengelola jarak dan memakai masker, para jemaat mengikuti menyeluruh ibadah di Gereja Kateral Makassar itu secara indah dan lancar, seperti yang terpantau dalam tayangan livestreaming dari akun LCD Katedral Makassar di YouTube.

Pihak gereja menyatakan bahwa rangkaian ibadah Tri Hari Suci pekan ini semrawut yaitu Kamis Putih, Jumat Agung hingga Minggu Paskah – tetap diselenggarakan tertib secara tatap muka maupun daring (online) agar tidak semua jemaat datang ke gereja di tengah pandemi.

Ini mengikuti petunjuk dari Menteri Agama agar prosesi ibadah yang sudah direncanakan dan diumumkan tersebut agar tetap dijalankan sambil mengikuti protokol kesehatan.

Di gerbang masuk, aparat keamanan bersama dengan kepolisian memeriksa setiap jemaat dan kendaraan yang memasuki pelik gereja.

bom Makassar, gereja

Sumber gambar, Darul Amri

Dari trauma menjadi kuat iman

Yohanna (48) salah satu jemaat sekali lalu relawan gereja Katedral Makassar mengaku kini semakin kuat imannya dalam jalan Tuhan pasca-kasus bom bunuh muncul di depan Katedral, Minggu (28/3/2021).

Hari Kamis (1/4) Yohanna mengatakan dia serta beberapa jamaat serta relawan di gereja Katedral dengan beralamat di poros Jl Kajaolalido Makassar ini sudah menyiapkan diri ikut rangkaian ibadah tri hari bersih.

“Iya [semakin kuat iman], sebab waktu pasca-bom itu membangun awalnya saja kita seperti merasa, ‘Aduh bagaimana ini’, karena kan kita menentang secara nyata, secara nyata bagaimana itu bom pati padam diri, ” katanya pada wartawan Darul Amri.

Yohanna tidak memungkiri, sebagai bani adam biasa tentu mengalami trauma mendalam atas kejadian itu. Baru kali ini dia menyaksikan dan merasakan tepat kasus bom bunuh muncul itu.

“Yang namanya kita manusia ya, seumur-umur tumbuh tidak pernah dengar makin menyaksikan secara langsung namanya bom-bom begituan kita membangun tidak pernah lihat, natural kan selama ini kita selalu lihat cuma pada televisi, ” kata Yohanna.

bom Makassar, gereja

Sumber gambar, BBC / Muhammad Irham

“Tapi sungguh berbalik lagi kembali ke iman kita jadi otomatis pada saat uskup mengucapkan bahwa gereja akan pasti dibuka untuk tri hari suci, kami sebagai relawan siap, ” lanjutnya, serupa menyebutkan untuk misa minggu suci 2021 ini dilakukan dengan dua cara, yaitu online (live streaming) dan tatap muka.

Sejak bom bunuh diri itu, Gereja Katedral Makassar memiliki penjagaan ketat. Para anggota kepolisian rutin berjaga, serupa beberapa petugas gereja serta pekerja tenda acara Paskah tetap melakukan tugas itu.

Ibadah Paskah tetap dikerjakan

Pastor Gereja Katedral Makassar, Wilhelmus Tulak, mengungkapkan rangkaian ibadah pekan suci, yang dimulai dari Kamis Suci hingga puncak Perayaan Minggu Paskah, akan tetap dilaksanakan sesuai rencana.

Hal itu juga sesuai imbauan dari Menteri Agama agar seluruh kegiatan peribadatan yang direncanakan dan sudah diumumkan supaya tetap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Jadi kami tetap menempuh dua pilihan, yaitu ibadah tatap muka dan ibadah virtual. Jadi, umat kami kasih pilihan, yang bakal datang ke gereja dipersilakan dan begitu pula yang mau di rumah saja. Tentu kembali kepada masing-masing keluarga, masing-masing umat kami, ” ujar Wilhelmus.

Terkait keamanan, pihak gereja Katedral menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Pihak gereja telah menyurati pihak kepolisian beberapa waktu yang lalu terpaut jaminan keamanan.

Untuk kapasitas di gereja Katedral, Pendeta Wilhelmus Tulak mengungkapkan pihaknya akan membatasi jumlah jemaat yang hadir dalam buram menerapkan protokol kesehatan semacam yang ditetapkan pemerintah.

“Tentu saja dibatasi sesuai secara protokol kesehatan. Gereja awak yang semula menampung invalid lebih 450 orang, buat saat kami hanya bisa menampung 150 orang & kalaupun mereka datang diatas kapasitas (maka) kami mau menampung di aula, ” tambahnya.

Kosmas “Jadi Inspirasi” Jemaat

Kisah penjaga ketenteraman gereja Katedral, Kosmas Balembang, disebutkan sebagai penguat dan inspirasi para jemaat. Kosmas, yang kini masih terbaring di rumah sakit Bhayangkara karena menderita luka-luka, mencari jalan mengadang dua pelaku bom bunuh diri saat perihal.

Ketua panitia Paskah 2021 Gereja Katedral Makassar, Cerdas Armando, menganggapnya sebagai keajaiban karena Kosmas bisa sekadar turut jadi korban tewas saat kejadian, posisinya benar dekat dan coba mengadang pelaku.

“Iya, karena membangun mungkin teman-teman tahu tunggal bagaimana penjaga gereja tersebut, Pak Kosmas, sangat dekat dengan lokasi kejadian serta secara akal sehat harusnya saat itu dia sudah meninggal, ” kata Brilian di luar halaman Katedral.

“Tapi ajaibnya kan dia selamat, maksudnya itu (kisah kosmas) yang menguatkan umat di sini bahwa Tuhan yang kita yakini tersebut akan melindungi kita daripada hal-hal jahat, kira-kira begitu, ” lanjut Brilian.

Era bom bunuh diri berlaku, Brilian bersama sesama badan Paskah beserta jemaat yang lain tengah berada dalam Katedral, bahkan dia sempat kemerosotan plafon.

Agar tidak membina panik para jemaat, Intelek berusaha tetap kuat. Dia beranjak keluar gereja untuk memastikan situasi baik-baik saja.

“Kebetulan bilamana perihal memang saya ada di dalam dan kondisinya bilamana di dalam itu kami memang kejatuhan plafon.

“Setelah kejadian itu kan kami keluar dan saya sungguh lihat pemandangannya kan kurang enak ya, ” rencana Brilian.

“Tapi maksudnya hamba berusaha untuk tidak bingung, karena saya panik sayang juga yang perempuan, kan perempuan di dalam (gereja) itu sudah pada menangis semua, jadi saya mencari jalan menunjukkan kalau saya tak panik, ” tambahnya.

Pengamanan Ketat

Sementara itu, puluhan petugas kepolisian dari Dasar Brimob Polda Sulsel disebar di beberapa titik dalam halaman Katedral, dan asing halaman gereja di Ulama Kajaolalido.

Brilian memastikan beberapa besar jemaat tidak terpengaruh insiden itu. Buktinya, mereka memenuhi gereja hingga sampai ke halaman atau pada tenda yang disiapkan saat ibadah Kamis Putih.

“Mereka percaya dengan kepolisian untuk mengusut kasus ini. Kalau saya pribadi melihat tidak terganggu, ” jelas Intelek Armando.

bom Makassar, gereja

Sumber gambar, BBC / Muhammad Irham

Untuk memastikan keamanan, Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar mengerahkan 1. 600 personel ikatan yang disebar di 170 gereja di Makassar termasuk juga di gereja Katedral.

“Ya intinya kita melibatkan kekuatan kita 1. 600 untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan ibadah Paskah, kita dibantu juga perkuatan dari Polda, baik itu Brimob maupun Sabhara termasuk juga rekan-rekan TNI, ” introduksi Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana.

About Author


Kenneth Sanders