Joe Biden ‘akan dorong Israel-Palestina berunding’, Indonesia ‘bisa berperan’ dukung kebebasan Palestina

Joe Biden 'akan dorong Israel-Palestina berunding', Indonesia 'bisa berperan' dukung kebebasan Palestina

joe biden

Amerika Serikat di bawah Joe Biden diperkirakan akan mengembalikan proses penyelesaian konflik Israel dan Palestina ke meja perundingan atau sabuk diplomatik—sebuah langkah politik yang selama ini diterabas Donald Trump, demikian analisa pengamat hubungan internasional.

Di sisi lain, perubahan politik luar negeri Amerika Serikat dengan bakal mengedepankan pendekatan multilateralisme, dianggap akan membuka peluang Indonesia untuk kembali menyuarakan dukungan terhadap Palestina, kata seorang politisi PDI Perjuangan.

Hal itu sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang meminta bisa memperkuat hubungan Indonesia serta Amerika di sektor ekonomi, demokrasi, dan multilateralisme.

Pengamat politik Timur Sedang dari Universitas Padjajaran, Dina Sulaeman, menyebut terpilihnya Joe Biden mewakili Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat bakal membuat cemas Israel.

Pasalnya, jika selama ini Donald Trump secara terang-terangan dan terkuak memihak Israel dan menerabas kolom diplomatik dalam penyelesaikan konflik kurun Palestina-Israel, maka di bawah Joe Biden, sikap itu akan berubah drastis.

Joe Biden, kata Dina, kemungkinan besar akan mendorong penyelesaikan konflik kedua negara pada perundingan yang berpegang pada kesepakatan internasional.

“Kemungkinan Biden akan melakukan ancangan ke dua pihak dengan mengundang Palestina untuk melakukan perundingan tapi itu tidak akan mengubah coreng kebijakan luar negeri Amerika Serikat selama ini yang memang berpihak pada Israel, ” ujar Dina Sulaeman kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (08/11).

“Beda gaya tapi coreng besarnya akan sama, ” sambung Dina.

joe biden

Suara senada disampaikan pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Muhammad Lutfi Zuhdi, yang menilai Joe Biden akan mengembalikan proses penyelesaian konflik dua negara itu pada jalurnya, yakni two-state solution .

Two-state solution artinya Israel & Palestina berdiri sebagai negara berdaulat dan saling berdampingan.

“Kalau Trump kan one-state solution . Tapi Joe akan kembali lagi pada koridornya walaupun tidak otomatis menyelesaikan masalah dalam waktu dekat, ” ujarnya kepada BBC News Indonesia.

Namun begitu, sejauh mana sikap tegas Amerika Serikat kepada Israel baru akan tampak dalam keputusan Joe Biden atas keberadaan Kedutaan Besar Amerika Serikat, apakah akan dipindahkan lagi ke Tel Aviv atau tetap di Yerusalem.

Bila Amerika Serikat betul-betul mendukung two-state solution seperti yang tertuang dalam pernyataan PBB 194, maka Joe Biden akan memindahkan kedutaannya ke Tel Aviv, kata Lutfi.

Hanya selalu proses perundingan tidak akan berjalan dengan mulus, kata Dina Sulaeman. Sebab posisi Amerika Serikat dengan sangat senjang kepada Israel di era Trump, telah membuat putus pihak pemerintah Palestina.

Dampaknya, Amerika Serikat tak lagi dipercaya Palestina sebagai mediator perdamaian.

joe biden

“Jadi kita akan menunggu juga responsPalestina pasti mau datang ke perundingan jika mediatornya Amerika Serikat? ” perkataan Dina.

NU: ‘Indonesia makin kencang membakar Palestina sebagai negara berdaulat’

Pada status tersebut, Indonesia, menurut pandangan pengkritik dan Pengurus Besar Nahdlatul Ustazah (PBNU), bisa mengambil peran untuk menyuarakan kembali pembelaan terhadap Palestina.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Helmy Faishal Zaini, meyakini suara Nusantara akan didengar lantaran posisinya sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

“Kita harapkan Indonesia makin kencang mendorong Palestina sebagai negara berdaulat serta dengan terpilihnya Joe Biden akan tercipta situasi yang lebih kondusif dengan Palestina, ” tutur Hely Faishal.

“Kalau lihat apa yang dikerjakan Trump dengan pemindahan Kedutaan Besarnya di Israel ke Yerusalem, tersebut membuat situasi makin gaduh, ” sambungnya.

joe biden

Hal lain yang diharapkan PBNU dengan terpilihnya Joe Biden yaitu terbangun dialog dengan negara-negara Islam sehingga fenomena Islamophobia di negeri Barat akan berkurang.

Apa tanggapan negeri Indonesia?

Presiden Joko Widodo menyampaikan sebutan selamat kepada Joe Biden serta Kamala Harris yang diproyeksikan menundukkan pemilu presiden Amerika Serikat.

“Selamat Joe Biden dan Kamala Harris berasaskan pemilu yang bersejarah. Perubahan besar ini adalah refleksi dari harapan terhadap demokrasi, ” tulis Jokowi di akun Twitternya, Minggu (08/100).

“Semoga kita segera bisa bekerja persis dalam rangka memperkuat hubungan Indonesia dan Amerika Serikat di daerah ekonomi, demokrasi, dan multilateralisme, untuk kemaslahatan rakyat Indonesia dan Amerika Serikat, ” lanjut Jokowi.

Politisi PDI Perjuangan yang juga bagian Komisi I DPR, Charles Honoris, mengatakan pemerintah Indonesia maupun DPR sangat menyambut baik terpilihnya Joe Biden.

Pasalnya Biden dalam manuver lalu, menjanjikan pendekatan yang lebih pro-aliansi dan multilateralisme dalam kecendekiaan internasional termasuk dalam menghadapi permasalahan konflik di Timur Tengah.

Pendekatan yang mengutamakan keterlibatan banyak negeri itu, disebut Charles sejalan secara sikap politik luar negeri Nusantara.

Kiprah tersebut, katanya, lebih baik ketimbang tindakan sepihak yang kerap dikerjakan Presiden Donald Trump.

joe biden

“Kami harap Biden komitmen mengedepankan kebijakan multilateralisme serta hukum internasional dan AS balik menjadi juru damai yang imparsial di Timur Tengah, ” kata Charles Honoris.

“Kalau kita lihat penghampiran Obama relatif bisa mengajak para pihak Israel dan Palestina duduk bersama mencari solusi damai biar bisa merealisasikan berdirinya negara Palestina yang fair . Kami harap Biden kembali mengangkat peran itu. ”

Karena itulah di tengah perubahan politik luar jati Amerika Serikat yang mendukung pendekatan multilateralisme, suara Indonesia dalam mengangkat kemerdekaan Palestina akan didengar GANDAR sebagai mediator perdamaian, kata Charles.

“Apakah Biden tetap dengan kewajiban kedepankan multilateralisme atau tidak, jika iya Indonesia punya peran di forum-forum multilateral. ”

Joe Biden menggagalkan Donald Trump dalam pertarungan pemilu presiden. Dalam pidatonya, Biden bersumpah untuk menjadi presiden yang menyatukan, bukan menceraiberaikan.

Dalam hal perselisihan di Timur Tengah, Biden membuktikan tidak akan mengadopsi kebijakan tadbir Trump terhadap pendudukan Israel di Tepi Barat.

About Author


Kenneth Sanders