Jokowi: “Vaksin Corona untuk masyarakat Nusantara gratis”

Jokowi: "Vaksin Corona untuk masyarakat Nusantara gratis"

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

16 Desember 2020, 14: 32 WIB

Diperbarui 9 jam yang lalu

Joko widodo, vaksin, gratis

Presiden Joko Widodo mencuaikan akun YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (16/12) siang mengumumkan pengamalan vaksinasi corona untuk seluruh klub gratis.

Pengumuman ini disampaikan kepala setelah “menerima masukan dari masyarakat” dan melakukan “penghitungan ulang menerjang keuangan negara”.

“Jadi setelah menerima masukan dari masyarakat, dan sesudah kalkulasi ulang, melakukan penghitungan kembali mengenai keuangan negara, dapat aku sampaikan vaksin Covid-19 untuk umum adalah gratis, ” kata Jokowi dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (16/12). “Sekali lagi gratis tidak dikenakan biaya sama sekali. ”

Jokowi melanjutkan, “Untuk itu saya instruksikan dan saya perintahkan kepada segenap jajaran kabinet, kementerian dan negeri daerah untuk memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021. ”

Selain itu, kepala mengatakan telah menginstruksikan menteri keuangan untuk memprioritaskan dan merealokasi daripada anggaran lain terkait ketersediaan & vaksinansi gratis, “Sehingga tidak tersedia alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksin. ”

Dalam jalan yang sama, Jokowi juga mengumumkan mau menjadi penerima vaksin pertama, “untuk memberi kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang dimanfaatkan aman. ”

Presiden juga mengingatkan masyarakat untuk terus menjalankan 3M, yakni mengenakan masker, menjaga jeda, dan mencuci tangan, untuk kebaikan semuanya.

Pernyataan Jokowi itu menyusul kekhawatiran sejumlah pihak akan terjadinya komersialisasi vaksin. Sebab sebelumnya, pemerintah merancang dua skema vaksin, yakni dengan gratis dan mandiri atau berbayar.

Berapa dana yang dibutuhkan?

Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, mengucapkan pemerintah masih bisa menggunakan Sedekah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2020 untuk menaggulangi imbalan vaksinasi Covid-19, jika dana yang dibutuhkan sekitar Rp55, 5 triliun.

Angka itu merujuk pada pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani di dalam akhir November lalu untuk penanganan Covid-19, termasuk program vaksinasi.

“Jadi sumber pertama itu menggunakan SILPA tarikh 2020, terutama di pemerintah was-was kan antara Rp100-150 triliun. Yang kedua juga dari SILPA daerah, yang juga sekitar Rp100 triliun. Bayangkan. Itu belum realokasi. Makin kalau anggarannya cuman Rp55 triliun, pasti bisa dibayar lunas, tanpa harus mengutak-atik di APBN 2021, ” kata Tauhid kepada BBC News Indonesia, Rabu (16/12).

“Kalaupun tersebut masih dirasakan sulit, saya kira memang kita masih bisa menyelenggarakan proses realokasi dari yang kenaikannya paling besar, misalnya [Kementerian Pekerjaan Umum] PU itu kan 2021 itu hampir dua kali lipat untuk belanjanya.

“Saya kira ada problem demikian ini, nggak mungkin seluruh anggaran PU itu bisa habis semua di tarikh 2021 karena ada kapasitas kelembagaan, kapasitas pengadaan barang dan kebaikan, kapasitas SDM untuk melakukan eksekusi sedemikian besar bisa selesai di tahun 2021. Termasuk juga dalam pertahanan keamanan, yang saya kira masih bisa dilihat meskipun jumlahnya relatif lebih kecil daripada dalam, katakanlah, PU. Menurut saya itu bisa juga jadi pertimbangan, ” tambahnya.

Tauhid merujuk pada perkiraan pertahanan yang meningkat sekitar Rp20 triliun dibandingkan tahun 2020.

Lebih sedang, Tauhid mengatakan bahwa ada berbagai macam jenis vaksin Covid-19 secara harga yang berbeda-beda.

Vaksin Covid-19

Dalam memperkirakan anggaran, ia mengestimasi harga vaksin untuk satu orang adalah sekitar Rp450. 000. Negeri, lanjutnya, bisa memberi vaksinasi percuma pada sekitar 160 juta orang dengan menggelontorkan sekitar Rp144 triliun.

Di hal ini, perkiraan 160 juta adalah yang jumlah yang menjadi prioritas yang harus divaksin dari seluruh penduduk Indonesia, yang mencapai sekitar 260 juta orang.

“Apabila anggarannya lebih besar dari itu, Rp145 triliun atau lebih, maka kita bisa lihat seberapa jauh tersebut bisa dianggarkan di tahun 2022. Kan kalau kita lihat, 2021, berapa sih vaksin yang mampu disediakan oleh supplier ? Kan tidak bisa sampai 320 juta vaksin, asumsinya 160 juta penduduk, pasti kan berantara, ” tutur Tauhid.

Beberapa vaksin diperkirakan membutuhkan dua dosis buat mencapai tingkat kekebalan maksimal.

Had waktu penulisan berita ini dalam Rabu (16/12) sore, pemerintah belum mengumumkan jumlah dosis yang hendak disediakan dalam skema vaksinasi, maupun jenis vaksin yang akan digunakan.

Sebelumnya, pemerintah mentargetkan memvaksin sekitar 182 juta penduduk untuk mencapai kekuatan kelompok.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan program vaksinasi masih sedang disiapkan.

“Mohon menunggu penjelasan yang lebih teknis ini pada rilis selanjutnya karena masih di dalam tahap finalisasi. Pada prinsipnya aksesibilitas masyarakatlah yang utama, ” logat Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, melalui pesan terekam kepada BBC News Indonesia, Rabu (16/12).

About Author


Kenneth Sanders