Kranium buaya berusia delapan juta tahun ditemukan di Australia, spesies punah yang pertama terdata

tengkorak-buaya-berusia-delapan-juta-tahun-ditemukan-di-australia-spesies-punah-yang-baru-terdata-7

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

3 jam dengan lalu

Ilustrasi buaya

Sumber gambar, Adam Yates

Tengkorak buaya berusia delapan juta tahun yang ditemukan di Australia tengah diperkirakan adalah bagian dari marga yang sudah punah akan tetapi baru terdata oleh para-para ilmuwan.

Tengkorak bajul itu ditemukan sekitar 200 km dari Alice Springs, di kawasan Northern Territory (NT) pada 2009.

Marga buaya itu akan diberi nama pada 2022 serta diperkirakan merupakan genus Segar.

Dr Adam Yates, kurator senior di Museum and Art Gallery di Northern Territory mengatakan tengkorak tersebut ditemukan di situs fosil Alcoota di Australia tengah.

Yates mengucapkan kepada BBC tengkorak itu merupakan spesimen terbaik lantaran buaya baru yang sudah ditemukan.

Tengkorak buaya itu ditemukan di Australia tengah.

Sumber gambar, Jared Archibald, MAGNT

“Temuan itu mengungkap spesies baru dengan tak pernah ada dalam Australia tengah, sesuatu dengan tidak kami ketahui sebelumnya. Ini mengejutkan karena kawasan tengah Australia pernah ada sungai untuk habitat buaya, ” katanya.

“Temuan tersebut salah satu petunjuk di dalam memahami fauna Australia dengan berevolusi sejalan dengan perkembangan waktu. ”

Memburu mangsa besar

Dr Yates mengucapkan genus buaya Baru tersebut tinggal di Australia pusat jutaan tahun lalu tetapi tengkorak yang ditemukan pada Alcoota itu “berasal sebab spesies yang belum pernah ditemukan. ”

“Spesies itu belum ada namanya dan sangat berbeda dengan suku terdekat, ” tambahnya.

Ia mengatakan buaya yang ada saat ini berasal sejak “cabang yang sangat bertentangan dengan keluarga buaya. ”

Genus buaya Baru itu memiliki ciri anatomi dengan berbeda dari buaya lain.

“Buaya ini memiliki geraham besar… buaya jenis ini mencari mangsa besar. Fauna yang sangat besar, ” katanya.

Dr Yates dengan temuannya.

Sumber gambar, Jared Archibald, MAGNT

Genus buaya ini pertama dilaporkan sebab ABC News. Tengkorak yang ditemukan pada 2009 itu tidak dipamerkan di Museum and Art Gallery of the Northern Territory pada bentuk aslinya namun di dalam bentuk 3 Dimensi.

Menyiapkan fosil buaya seperti tersebut memerlukan waktu lama buat dibersihkan dan diperbaiki, kata pendahuluan Dr Yates.

“Saat ditemukan di bawah tanah, kranium ini penuh kotoran… kami menggunakan banyak lem supaya tetap terekat saat diangkat. Saya mempersiapkan fosil itu perlahan-lahan, ” katanya teristimewa.

“Ini temuan yang individual, ” tutupnya.

Kamu mungkin tertarik video ini:

Buat memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

About Author


Kenneth Sanders