Kudeta militer di Myanmar: Penguasa menutup akses internet di tengah unjuk rasa terbesar di Yangon

kudeta-militer-di-myanmar-penguasa-tutup-akses-internet-di-tengah-unjuk-rasa-terbesar-di-yangon-22

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

4 Februari 2021

Diperbarui 27 menit yang lalu

Myanmar

Penguasa militer Myanmar telah menutup kanal internet negara itu ketika beribu-ribu orang bergabung dalam unjuk mengalami terbesar menentang kudeta, Sabtu (06/02).

Pemadaman internet nyaris total dengan konektivitas turun ke 16% lantaran tingkat biasa, ujar kelompok pemantau NetBlocks Internet Observatory.

Di kota terbesar, Yangon, kerumunan orang menggelar unjuk rasa dan meneriakkan “diktator tentara, gagal, gagal! Demokrasi, menang, menang! ”

Polisi anti huru hara, dengan dilengkapi perisai, telah memblokir tiang utama menuju pusat kota.

Penutupan akses internet terjadi kira-kira jam setelah penguasa militer menutup akses ke Twitter dan Instagram untuk memblokir ajakan untuk menjadikan aksi protes. Facebook telah diblokir sehari sebelumnya.

Banyak para pengguna internet menyiasati pembatasan di media baik dengan menggunakan jaringan pribadi maya (VPN), tetapi penutupan akses internet telah mengganggu upaya tersebut.

Myanmar, kudeta militer Myanmar

Organisasi masyarakat sipil mendesak penyedia internet dan jaringan seluler untuk menentang komando pemblokiran tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Kelompok hak pokok manusia Amnesty International menyebut penyudahan itu “keji dan sembrono”.

Penguasa tentara Myanmar belum berkomentar atas kebijakan pemblokiran akses ke internet.

Pengunjukrasa: ‘Kita harus mengakhirinya sekarang juga’

Di hari Sabtu (06/02), para pengunjuk rasa — termasuk pekerja kilang dan mahasiswa — menyerukan agar penguasa militer membebaskan orang-orang dengan ditahan, termasuk pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

Mereka berbaris meniti jalan-jalan di Yangon ketika bus-bus kota membunyikan klakson untuk menolong aksi tersebut.

Myanmar, kudeta militer Myanmar

Warga yang tak terlibat unjuk rasa memberikan salut dengan mengacungkan tiga jari, yang menjadi simbol pembangkangan terhadap rezim otoriter di wilayah tersebut.

Para pendemo memberikan sekuntum bunga mawar dan botol air minum kepada amtenar polisi, seraya menyerukan agar itu mendukung rakyat, dan bukan rezim baru.

“Kami di sini untuk berjuang demi generasi kami berikutnya, buat membebaskan mereka dari kediktatoran militer, ” kata seorang perempuan pada aksi unjuk rasa kepada AFP. “Kita harus mengakhirinya sekarang. ”

Twitter dan Instagram diblokir, a kademisi Australia ditahan

Sementara itu, seorang akademisi Australia, yang merupakan penasihat ekonomi Suu Kyi, ditahan di Yangon.

Sean Turnell mengatakan kepada BBC bahwa dia telah dikurung pada hotelnya dan tidak tahu hendak dikenakan tuduhan apa.

Myanmar, kudeta militer Myanmar

Sebelumnya, penguasa militer Myanmar memblokir akses situs media sosial Twitter dan Instagram, sesudah sebelumnya mereka memblokir akses Facebook.

Telenor, salah satu penyedia layanan internet pada Myanmar, telah mengonfirmasi bahwa itu diperintahkan memblokir akses kepada perut situs media sosial itu “sampai ada pemberitahuan lebih lanjut”.

Sebelumnya, para pemimpin kudeta telah memblokir Facebook pada hari Kamis (04/02) perlu “stabilitas”.

Pemblokiran ini terjadi di pusat semakin meningkatnya gerakan perlawanan warga sipil atas penahanan para atasan yang dipilih secara demokratis.

Myanmar

Sebelumnya, sejumlah dosen dan mahasiswa universitas juga berkumpul pada Yangon, Jumat (05/02), untuk membuktikan dukungan kepada pemimpin yang ditahan, Aung San Suu Kyi, serta anggota senior lainnya dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Suu Kyi sedang menjalani tahanan vila, menurut pengacaranya. Dokumen polisi menunjukkan dia dituduh secara ilegal mengimpor dan menggunakan peralatan komunikasi porakporanda walkie-talkie – di rumahnya di Nay Pyi Taw.

Banyak warga Myanmar menyaksikan kudeta pada 1 Februari lalu secara langsung melalui Facebook.

Facebook merupakan sumber utama informasi & berita di negara tersebut. Namun tiga hari kemudian, penyedia internet diperintahkan untuk memblokir platform itu karena alasan stabilitas.

Myanmar, kudeta militer Myanmar

Menyusul larangan tersebut, ribuan pengguna aktif di Twitter dan Instagram menggunakan tagar untuk menyatakan perlawanan mereka atas pemblokiran tersebut.

Pada pukul 22: 00 waktu setempat, Jumat (05/02), akses ke platform Twitter dan Instagram juga telah diblokir.

Tidak ada keterangan resmi lantaran para pemimpin kudeta, namun begitu kantor berita AFP mengatakan sudah melihat dokumen pada kementerian terkait – yang belum diverifikasi kepala yang mengatakan bahwa dua posisi media sosial tersebut digunakan buat “menyebabkan kesalahpahaman di publik”.

Myanmar

Penyedia layanan telekomunikasi asal Norwegia, Telenor, menyatakan “keprihatinan mendalam” atas tindakan tersebut.

Mereka mengaku telah “menentang kebijakan tersebut” dan menyoroti tindakan itu “bertentangan secara hukum hak asasi manusia internasional”.

Ahli bicara Twitter mengatakan keputusan pemblokiran itu merusak “percakapan publik serta hak-hak setiap orang untuk berpaham, ” seperti dikutip Reuters.

Sementara, Facebook meminta otoritas Myanmar untuk “memulihkan konektivitas sehingga orang di Myanmar dapat berkomunikasi dengan keluarga, teman, serta mengakses informasi penting. ”

Demi ‘menjaga stabilitas’

Sebelumnya, penguasa militer Myanmar telah memblokir akses Facebook, hanya beberapa hari setelah menggulingkan pemerintah yang dipilih dengan demokratis.

Myanmar, kudeta militer Myanmar

Kementerian Komunikasi dan Informasi mengutarakan akses ke Facebook diblokir datang 7 Februari.

Menurut pihak berwenang, pemblokiran dilakukan untuk menjaga “stabilitas”.

Sekitar 50% dari total penduduk Myanmar sebanyak 54 juta orang biasanya menggunakan Facebook dan kalangan aktivis membuat laman untuk menggerakkan antitesis menentang kudeta.

Facebook mengatakan aplikasinya itu untuk saat ini dimanfaatkan tanpa biaya data di Myanmar agar pengguna tidak perlu menutup mahal.

Staf di rumah sakit di Yangon

Diakui pula layanannya mengalami gangguan pada Myanmar seiring dengan pengumuman pemblokiran itu, dan mengatakan, “Kami menganjurkan kepada pihak berwenang untuk menghidupkan kembali konektivitas sehingga rakyat Myanmar dapat berkomunikasi dengan keluarga dan teman mereka dan dapat mengakses informasi penting”.

Perusahaan telekomunikasi Telenor Myanmar, bagian dari Telenor Group Norwegia, menyatakan akan mematuhi perintah pemblokiran Facebook, tetapi pada saat yang sama juga mengisyaratkan bahwa sikap itu melanggar hak asasi pribadi.

‘Kebebasan anak muda dibatasi’

Walaupun sudah ada perintah pemblokiran, Facebook dilaporkan sempat bisa diakses secara sporadis.

Anthony Aung, yang menjalankan bisnis perjalanan di kota terbesar, Yangon, mengatakan kepada BBC bahwa ia sempat dapat mengakses Facebook dengan menggunakan wifi tetapi tidak menggunakan data seluler.

Dikatakannya “orang-orang di sekitar saya buru-buru mengunduh aplikasi alternatif dan VPN” – jaringan privat virtual yang memungkinkan pengguna mengikhtiarkan pembatasan internet.

Tetapi beberapa jam lalu, kata Aung, Facebook sedikit pun tak bisa diakses.

Protes pada Rabu malam di Yangon, 3 Februari 2021

Pemblokiran seperti itu semakin mempersulit warga menjalin komunikasi, serupa mahasiswa seperti, Min Htet pada Yangon, sebab kegiatan kuliah tatap muka sudah dihentikan karena pandemi Covid-19.

“Dengan adanya pemblokiran Facebook keadaan ini maka kebebasan anak muda dibatasi mulai sekarang, ” ujarnya seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Kudeta pimpinan Panglima Angkatan Bersenjata, Min Aung Hlaing, dilancarkan di Senin (01/02) dengan alasan pemilu November lalu yang dimenangkan oleh partai NLD pimpinan Aung San Suu Kyi diwarnai kecurangan.

Tip Pemilihan Umum menegaskan tidak ditemukan bukti-bukti kecurangan.

Pemimpin Myanmar yang dipilih melalui pemilu, Aung San Suu Kyi, bersama Presiden Win Myint, ditangkap pada Senin.

Pada Rabu (03/02) Aung San Suu Kyi dikenai sejumlah dakwaan, di antaranya dakwaan memiliki peralatan komunikasi tidak berlaku berupa walkie-talkie yang digunakan oleh staf keamanannya.

Adapun Presiden Myint didakwa melanggar protokol Covid ketika berkampanye dalam pemilu November lalu.

Semakin banyak warga menyuarakan penentangan tercatat dengan cara memukul-mukul panci di dalam malam hari di Yangon.

Demonstrasi skala kecil juga digelar pada depan universitas di Mandalay, tanah air terbesar kedua. Empat orang dilaporkan ditangkap.

Protes di Nay Pyi Taw mendukung militer

Setidaknya 70 anggota parlemen dari NLD menolak meninggalkan wisma hak pemerintah di ibu kota, Nay Pyi Taw, dan menyatakan peristiwa yang mereka sebut sidang parlemen baru, kata BBC Burma.

Pegawai di instansi pemerintah dan panti sakit juga menunjukkan penentangan dengan mengenakan pita atau bahkan berehat bekerja.

Namun muncul pula kelakuan tandingan oleh ribuan pendukung tentara, yang di Myanmar dikenal secara nama Tatmadaw.

Pawai tersebut diadakan di Nay Pyi Taw, serta sebagian peserta mengusung spanduk bertuliskan “Tatmadaw cinta rakyat”.

About Author


Kenneth Sanders