Kudeta militer di Myanmar: Warga memukul panci dan wajan, serta mengucapkan klakson sebagai protes pengambilalihan kewibawaan

kudeta-militer-di-myanmar-warga-memukul-panci-dan-wajan-serta-membunyikan-klakson-sebagai-protes-pengambilalihan-kekuasaan-22

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

7 jam yang lalu

Residents bang pots and pans in Yangon

Perlawanan terhadap kudeta militer dalam Myanmar menguat, ditandai aksi awak di kota terbesar Yangon yang memukul panci dan wajan, beserta membunyikan klakson mobil.

Petugas kesehatan tubuh di sejumlah kota besar selalu merencanakan mogok kerja, sedangkan para-para aktivis menyerukan aparat sipil negeri menolak bekerja untuk pemerintahan dengan baru.

Namun sepertinya kontrol militer sangat kuat.

Seruan untuk membebaskan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi bergema di Myanmar, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya sejak penangkapan pada Senin (01/02) dini hari.

Myanmar

Bersamaan dengan penahanan Suu Kyi, lebih dari 100 anggota parlemen ditahan oleh militer di akomodasi mereka di ibu kota, Nay Pyi Taw. Saat ini, sebagian dari mereka dikabarkan telah dibebaskan.

Militer mengambil alih kekuasaan pada Senin dini hari & memberlakukan kondisi darurat selama setahun setelah menuduh partai Suu Kyi melakukan kecurangan atas kemenangan pemilu baru-baru ini.

Untuk memutar gambar ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Partai dengan dipimpin Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menuntut pembebasan Suu Kyi. Partai itu pula meminta militer untuk menerima buatan pemilu pada November, yang dimenangi oleh NLD dengan lebih dari 80% suara.

Akan tetapi, militer telah menunjuk komisi pemilihan dan kepala polisi baru. Padahal, persen pemilihan sebelumnya tidak menemukan keterangan kecurangan pemilu.

Myanmar, yang juga lumrah sebagai Burma, dikuasai oleh militer hingga 2011, ketika pemerintah sipil dilantik.

Map of Myanmar

Presentational white space

Apa yang terjadi saat ini di Myanmar?

Negara tersebut kini dalam kondisi tenang setelah kudeta, dengan pasukan militer berpatroli di semua kota besar dan jam malam diberlakukan. Sistem komunikasi sempat terganggu ketika kudeta berlaku namun berangsur membaik pada Selasa (02/02) pagi.

Saat malam tiba pada hari Selasa, klakson mobil dan pukulan panci masak terdengar di jalan-jalan Yangon sebagai kode protes warga atas kudeta yang terjadi.

Yangon residents bang pots and pans

Klan pemuda dan pelajar juga menyerukan kampanye pembangkangan sipil, dan kaca Facebook untuk kampanye tersebut disukai oleh lebih dari 100. 000 pengguna Facebook.

Dokter yang menyala di rumah sakit pemerintah mengucapkan mereka akan mogok kerja mulai Rabu (03/02) untuk mendorong penanggalan Suu Kyi.

Beberapa petugas medis menggunakan simbol sebagai protes diam-diam.

Presentational white space

Setidaknya satu dokter sudah berhenti bekerja sebagai bentuk penentangan, dengan mengatakan “kudeta semacam itu tidak dapat ditoleransi sama sekali”.

Dr Naing Htoo Aung, seorang ulung anestesi berusia 47 tahun dalam Rumah Sakit Mongywa di Daerah Sagaing, mengatakan kepada BBC Burma:

“Saya mengundurkan diri karena aku tidak bisa bekerja di bawah seorang diktator militer yang tak peduli dengan negara dan rakyatnya. Ini adalah tanggapan terbaik yang bisa saya berikan pada itu. ”

Soldiers walk near Congress compound in Nay Pyi Taw

Dokter asing yang terlibat dalam kampanye menuntut pembebasan Suu Kyi, Myo Thet Oo, berkata kepada kantor berita Reuters: “Kami tidak bisa menerima diktator dan pemerintah yang tak dipilih.

“Mereka bisa menahan kami teks saya. Kami memutuskan untuk menghadapinya… Kami semua telah memutuskan buat tidak datang ke rumah sakit”

Puncak kekuasaan kini dipegang oleh Panglima Tertinggi Min Aung Hlaing. Sebelas menteri dan deputi, termasuk di bidang keuangan, kesehatan, dalam negeri dan luar negeri, telah diganti.

Di pertemuan pertama kabinetnya pada Selasa, Min Aung Hlaing mengulangi kalau pengambilalihan itu “tak terelakkan” sesudah militer membuat tudingan adanya kecurangan pemilu.

Min Aung Hlaing

Yang mana Aun San Suu Kyi zaman ini?

Hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait keberadaan Suu Kyi setelah ia ditangkap di Senin dini hari.

Namun, taat sumber dari NLD mengatakan bahwa ia dan Presiden Win Myint menjalani tahanan rumah.

Suu Kyi – yang menghabiskan 15 tarikh dalam penahanan sejak 1989-2010 berantakan telah mendesak pendukungnya untuk “protes menentang kudeta” dalam sebuah sebuah surat yang ditulisnya sebelum ditahan.

Aung San Suu Kyi, January 2021

Pada surat itu, ia juga memperingatkan bahwa tindakan yang dilakukan militer dapat membawa negara itu kembali dibawah kekuasaan diktator.

Ia dilarang menjadi presiden karena ia memiliki anak yang lahir dari masyarakat negara asing.

Namun, sejak kemajuan NLD dalam pemilu yang memastikan pada 2015, ia secara luas dipandang sebagai pemimpin de facto Myanmar.

Protest in Thailand against the Myanmar military coup

Sekilas mengenai Myanmar

Myanmar adalah negara dengan warga 51 juta jiwa di tempat Asia Tenggara, yang berbatasan secara Bangladesh, India, China, Thailand & Laos.

Negara itu dipimpin oleh pemerintah militer sejak 1962-2011.

Dekat semua ekspresi perbedaan pendapat dilarang dan tuduhan pelanggaran hak dasar manusia yang parah menuai kecaman dan sanksi internasional.

Aung San Suu Kyi menghabiskan waktu bertahun-tahun berkampanye untuk reformasi demokrasi. Transisi demokrasi bertahap dimulai pada 2010, sekalipun pengaruh militer masih cukup gede.

Myanmar State Counsellor Aung San Suu Kyi attends the opening session of the 31st ASEAN Summit in Manila, Philippines, November 13, 2017

Pemerintahan yang dipimpin oleh Suu Kyi berkuasa setelah pemilu pada 2015.

Namun aksi represi militer terhadap Muslim Rohingya dua tahun kemudian, membuat ratusan ribu orang melarikan diri ke Bangladesh dan memicu memudarnya dukungan komunitas internasional terhadap Suu Kyi.

Kendati begitu, ia tetap kondang di Myanmar dan partainya menang telak dalam pemilu 2020. Namun militer sekarang telah turun tangan untuk mengambil kendali sekali lagi.

line

Bagaimana reaksi negeri?

Departemen Luar Negeri AS lalu menyatakan apa yang terjadi pada Myanmar sebagai sebuah kudeta serta mengatakan akan mengkaji ulang kebijakan bantuan terhadap negara itu.

Selain AS, PBB, Inggris dan Asosiasi Eropa juga mengutuk pengambilalihan kewenangan oleh militer di Myanmar.

US President Joe Biden

Menteri muda untuk Asia di Kemenlu Inggris, Nigel Adams, mengatakan ia berharap komunikasi per telpon dengan Suu Kyi dengan dijadwalkan pada pekan ini bisa tetap berlangsung untuk memastikan keselamatannya.

Belum jelas seberapa besar buntut peringatan dari negara-negara Barat itu. Para pemimpin kudeta kemungkinan sudah memperkirakan adanya sanksi yang akan dijatuhkan dan telah memasukan peristiwa itu dalam rencana mereka.

China, yang sebelumnya menentang intervensi universal di Myanmar, mendesak semua pihak di negara itu untuk “menyelesaikan perbedaan”.

Kantor berita China Xinhua mencitrakan perubahan itu sebagai “perombakan kabinet”.

Sementara, negara lain di kawasan Asia Tenggara, termasuk Kamboja, Thailand & Filipina, mengatakan apa yang berlaku di Myanmar sebagai “masalah internal”.

About Author


Kenneth Sanders