Kudeta Myanmar: India diminta kembalikan polisi-polisi yang lintasi tapal batas karena tolak laksanakan arahan militer

kudeta-myanmar-india-diminta-kembalikan-polisi-polisi-yang-lintasi-perbatasan-karena-tolak-laksanakan-perintah-militer-5

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

2 jam dengan lalu

Demonstrators react as tear gas is fired by police during a protest against the military coup in Yangon, Myanmar, 06 March 2021

Myanmar sudah meminta India untuk membatalkan beberapa anggota polisi dengan melintasi perbatasan demi mencari perlindungan setelah menolak untuk melaksanakan perintah militer.

Pejabat India mengatakan sejumlah petugas polisi serta keluarga mereka telah melintasi perbatasan dalam beberapa keadaan terakhir.

Dalam sebuah surat, pihak berwenang Myanmar meminta India untuk mengembalikan para-para polisi dan keluarganya “untuk menjaga hubungan persahabatan”.

Penentangan dan pemogokan massal masih terjadi di Myanmar, menyusul kudeta militer bulan berarakan.

Pasukan keamanan telah mengambil tindakan membanting terhadap demonstran dan setidaknya 55 kematian telah dilaporkan.

Pada hari Sabtu (06/03) pengunjuk rasa terus berdemo menentang militer di semesta negeri.

Di praja terbesar Myanmar, Yangon, penjaga menggunakan gas air gegabah, peluru karet dan granat kejut untuk membubarkan massa.

Belum ada laporan melanggar korban terbaru.

Seruan untuk menahan para penjaga

Deputi Komisaris Maria CT Zuali, seorang pejabat superior di distrik Champhai dalam negara bagian Mizoram, India, mengatakan kepada kantor informasi Reuters bahwa dia telah menerima surat dari kawasan Falam di Myanmar yang meminta kepulangan para aparat polisi.

Surat itu mengucapkan bahwa Myanmar memiliki informasi tentang delapan petugas penjaga yang menyeberang ke India.

“Untuk menjaga hubungan persahabatan antara kedua negara tetangga, Anda dengan hormat diminta untuk menahan delapan personel polisi Myanmar yang sudah tiba di wilayah India itu dan menyerahkannya ke Myanmar, ” bunyi surat itu.

Demonstrators during a protest against the military coup in Yangon, Myanmar, 06 March 2021

Zuali mengatakan dia sedang menduduki instruksi dari kementerian pada negeri India di Delhi.

Menurut Reuters, sekitar 30 orang, yang termasuk para-para anggota kepolisian dan anggota keluarga mereka, telah menyeberangi perbatasan ke India buat mencari perlindungan dalam kurang hari terakhir.

Pada keadaan Sabtu, sejumlah warga Myanmar lainnya menunggu di perbatasan, berharap bisa melarikan muncul dari kekacauan tersebut, sama dengan dilaporkan kantor berita AFP yang mengutip pejabat India.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di pesawat pencari lain

Dengan jalan apa kerusuhan dimulai?

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada pembukaan Februari setelah menahan kepala yang terpilih secara demokratis, Aung San Suu Kyi.

Beberapa hari kemudian, kegiatan demonstrasi sipil dimulai. Banyak orang menolak untuk kembali bekerja dan beberapa mengambil bagian dalam protes pada jalan.

Pasukan kesejahteraan Myanmar merespons dengan tindakan keras -dengan menembakkan peluru langsung ke pengunjuk mengalami yang tidak bersenjata. Tentara belum berkomentar tentang kasus-kasus kematian yang terjadi.

Lebih dari 1. 700 karakter telah ditahan sejak kudeta tersebut, menurut kepala sah asasi manusia PBB Michelle Bachelet, termasuk anggota kongres, pengunjuk rasa, dan setidaknya 29 wartawan.

Bachelet mengatakan angkanya bisa jauh bertambah tinggi karena skala penentangan yang besar dan kesulitan dalam memantau perkembangan.

2px presentational grey line

Profil negara Myanmar

  • Myanmar, juga dikenal sebagai Burma, merdeka lantaran Inggris pada tahun 1948. Hampir sepanjang sejarah negaranya, Myanmar berada di kolong kekuasaan militer
  • Pembatasan-pembatasan mulai longgar semenjak 2010 dan seterusnya, yang mengarah pada pemilihan bebas pada 2015 dan pengukuhan pemerintahan yang dipimpin sebab pemimpin oposisi veteran Aung San Suu Kyi pada tahun berikutnya
  • Pada tahun 2017, prajurit Myanmar menanggapi serangan terhadap polisi oleh militan Rohingya dengan tindakan keras yang mematikan. Hal ini memerosokkan lebih dari setengah juta Muslim Rohingya melintasi pinggiran untuk mencari perlindungan ke Bangladesh, peristiwa yang oleh PBB disebut sebagai “contoh buku teks terkait pembersihan etnis”

Map
1px transparent line

About Author


Kenneth Sanders