Kudeta Myanmar: Menlu RI bertemu menlu Myanmar di Bangkok dan serukan semua pihak hindari pertumpahan pembawaan

kudeta-myanmar-menlu-ri-bertemu-menlu-myanmar-di-bangkok-dan-serukan-semua-pihak-hindari-pertumpahan-darah-8

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

24 Februari 2021, 08: 07 WIB

Diperbarui enam jam yang lalu

Retno

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, melakukan “komunikasi intensif” molek dengan penguasa militer dan negeri yang digulingkan dalam upaya mengatasi krisis yang dipicu oleh kudeta militer di Myanmar pada 1 Februari.

Pada hari Rabu (24/02), Retno bertemu dengan gajah luar negeri tunjukan penguasa tentara Myanmar, Wunna Maung Lwin, pada ibu kota Thailand, Bangkok.

Menlu Retno juga menggelar pertemuan dengan mitranya dari Thailand, Don Pramudwinai.

Berbicara pada para wartawan, Retno mengatakan keselamatan rakyat Myanmar adalah hal yang prioritas.

“Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri serta tak menggunakan kekerasan… untuk menhindari jatuhnya korban dan pertumpahan darah, ” kata Retno usai bertemu menlu Myanmar dan Thailand.

Retno memasukkan, dirinya melakukan “komunikasi intensif” dengan kedua belah pihak di Myanmar, termasuk para anggota parlemen Myanmar yang digulingkan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa Menlu Retno membuka opsi melakukan kunjungan ke Myanmar untuk mencari solusi pada tingkat ASEAN. Namun, perkembangan dalam Myanmar saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan kunjungan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Teuku Faizasyah, selaku juru bicara Kemlu MENODAI, dalam pernyataan kepada media secara daring (online) pada Rabu (24/02), setelah sebelumnya membantah laporan bahwa Menlu Retno Marsudi akan bertandang ke Myanmar pada Kamis (25/02) pagi waktu setempat.

“Menlu RI membuka opsi melakukan kunjungan di Nay Pyi Taw untuk mencari penyelesaian di tingkat kawasan, dalam situasi ini ASEAN. Rencana ini disusun dengan terus mempertimbangkan perkembangan status di Myanmar, ” kata Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, dalam jumpa pers virtual dalam Rabu (24/02).

“Dengan melihat bervariasi perkembangan yang ada saat ini, dan setelah berkonsultasi dengan sebanyak negara ASEAN lainnya, saat itu bukan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan ke Myanmar, ” tambahnya.

Teuku Faizasyah mendahulukan bahwa Indonesia terus berkomitmen untuk berkontribusi dan berkomunikasi dengan seluruh pihak di Myanmar, serta mengabulkan konsultasi dengan negara ASEAN yang lain mengenai setiap perkembangan yang tersedia.

indonesia myanmar

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri RI membantah masukan yang menyebutkan Menteri Luar Jati Retno Marsudi akan berkunjung ke Myanmar pada Kamis (25/02) masa setempat.

Dalam keterangannya kepada BBC News Indonesia, Teuku Faizasyah selaku pakar bicara Kemlu RI mengatakan

“Ibu Menlu memang fokus ke Thailand saat ini, terlebih lagi perjalanan pada saat pandemi memang tidak mungkin, banyak keterbatasan”.

Ketika ditanya apakah Menlu Retno Marsudi bertolak ke Myanmar setelah dari Thailand, Teuku Faizasyah menjawab:

“Saya tidak ada info, anjangsana di Thailand saja masih harus menjalani protokol kesehatan yang erat sebelum pertemuan. ”

retno Marsudi

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters , Menlu Retno Marsudi akan berkunjung ke Myanmar pada Kamis (25/02).

Laporan tersebut didasarkan pada surat Kementerian Pemindahan Myanmar yang menyebutkan Menlu RI Retno Marsudi akan tiba pada ibu kota Myanmar, Nay Pyi Taw, pada Kamis pagi memukul 08: 10 waktu setempat. Retno kemudian akan bertolak pada 11: 50 waktu setempat.

Seorang pejabat Myanmar mengonfirmasi bahwa surat itu dasar benar dikeluarkan Kementerian Transportasi Myanmar.

Posisi Indonesia soal Myanmar

Sebelumnya, Kemlu RI juga membantah laporan yang menyebutkan Indonesia mendukung pemilihan ijmal baru di Myanmar setelah kudeta yang berlangsung pada 1 Februari lalu.

“Posisi Indonesia tidak berubah, tak ada suatu pergeseran posisi barang apa pun. Saya tidak tahu apa yang dikutip media, tetapi sekitar yang saya tahu tidak tersedia proposal seperti itu dari Kemlu RI, ” kata Juru Kata Kemlu RI, Teuku Faizasyah, pada jumpa pers virtual pada Selasa (23/02).

Menlu Retno Marsudi, menurut Faizasyah, masih terus mengumpulkan masukan dan perspektif negara ASEAN lain terkait solusi untuk Myanmar.

“Saat ini Menlu RI masih berkonsultasi dan menyatukan perspektif dan masukan dengan Menlu ASEAN lainnya, setelah itu dialog itu akan berkembang menjadi data kebijakan yang akan didiskusikan di rapat khusus ASEAN (soal Myanmar), ” kata Faizasyah.

indonesia

Pernyataan itu diutarakan Faizasyah untuk membantah laporan kantor berita Reuters yang menyebut bahwa Indonesia tengah mengaduk-aduk dorongan negara ASEAN lainnya buat mendukung Myanmar melakukan pemilihan ijmal ulang pascakudeta.

Laporan itu memicu tuduhan dan kritik dari banyak pihak, terutama warga Myanmar di jalan sosial.

Sekelompok warga juga dilaporkan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar untuk memprotes sikap Indonesia yang diduga mendukung pemilihan umum ulang dengan diserukan militer negara tersebut.

Juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, mengutarakan: “Terlalu banyak spekulasi di medsos”.

About Author


Kenneth Sanders