Kudeta Myanmar: Pemimpin sipil yang digulingkan serukan ‘revolusi’ dibanding tempat persembunyian

kudeta-myanmar-pemimpin-sipil-yang-digulingkan-serukan-revolusi-dari-tempat-persembunyian-7

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

14 Maret 2021, 08: 47 WIB

Diperbarui sejam yang lalu

Protesters react after police fire teargas in Mandalay, Myanmar. Photo: 13 March 2021

Pemimpin sekelompok politisi Myanmar yang digulingkan di dalam kudeta militer berjanji buat melanjutkan “revolusi” melawan bagian otoritas.

Dalam pidato publik pertamanya, Mahn Win Khaing Than mengatakan “ini adalah saat tergelap bangsa dan fajar telah dekat”.

Dari persembunyian, tempat memimpin sekelompok legislator yang menolak kudeta bulan berantakan.

Sebanyak 12 pengunjuk mengalami dilaporkan tewas pada keadaan Sabtu (13/03).

Pada hari Minggu (14/03), setidaknya dua orang mati ketika pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa anti-junta pada Myanmar, sebagaimana diberitakan sebab Reuters.

Lebih lantaran 80 orang diperkirakan sudah tewas di tangan petugas keamanan selama gelombang penolakan di Myanmar.

Demonstrasi itu diadakan di sebanyak kota untuk menentang militer, yang merebut kekuasaan di 1 Februari dan membekukan Aung San Suu Kyi, pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

NLD menang telak dalam penetapan tahun lalu, tetapi militer mengatakan pemilihan itu dipenuhi kecurangan.

Anggota parlemen NLD yang berhasil lolos sejak penangkapan membentuk kelompok hangat, Komite untuk Mewakili Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), dengan Mahn Win Khaing Than ditunjuk sebagai pelaksana tugas.

CRPH berharap mendapatkan penetapan internasional sebagai pemerintah makbul Myanmar.

Apa yang dikatakan Mahn Win Khaing Than?

Dalam pidatonya di Facebook, Mahn Win Khaing Than mengatakan: “Inilah saatnya untuk warga kita untuk menguji ketahanan di saat-saat pirau.

“Untuk membentuk suatu demokrasi federal, dengan semua etnis bersaudara, yang sudah menderita berbagai macam penindasan dari kediktatoran selama beberapa dekade… revolusi ini ialah kesempatan kita untuk berjuang bersama.

Mahn Win Khaing Than. File photo

“Terlepas dari perbedaan kita di masa lulus, inilah saatnya kita kudu bergandengan tangan untuk mengakhiri kediktatoran untuk selamanya. ”

Militer menganggap CRPH sebagai kelompok ilegal dan memperingatkan bahwa siapa pun yang bekerja sama dengan mereka akan menghadapi dakwaan akal laba-laba.

Pada hari Sabtu, setidaknya 12 pengunjuk rasa mati di Myanmar, menurut BBC Burma dan saksi lengah.

Sementara, menurut laporan Reuters, seorang pria muda ditembak dan kemudian tewas di kota Bago, dekat Yangon, pada hari Minggu (14/03).

Outlet Kachin Wave memberitakan seorang pengunjuk menemui lainnya tewas di tanah air Hpakant, di daerah pertambangan batu giok di timur laut.

Apa latar belakangnya?

Pengamat internasional independen telah membantah klaim militer bahwa telah terjadi kecurangan dalam pemilihan umum November 2020.

Mereka mengatakan tak mendapati adanya penyimpangan.

Pekan lalu, militer menuduh Suu Kyi secara ilegal menerima $ 600. 000 (Rp8, 6 miliar) & 11kg emas. Tidak ada bukti yang diberikan terkait tudingan itu dan anggota parlemen NLD membantah tuduhan tersebut.

Suu Kyi telah ditahan selama lima minggu terakhir di lokasi dengan dirahasiakan dan menghadapi kaum tuduhan lainnya termasuk menjadikan “ketakutan”, memiliki peralatan radio secara ilegal, dan menentang aturan pencegahan Covid-19.

Semenjak kudeta, militer telah memakai kekerasan untuk mencoba meredakan protes, menyebabkan puluhan orang tewas dan memicu kecaman internasional yang meluas.

Untuk memutar gambar ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

AS telah mengumumkan sanksi terhadap para-para pemimpin kudeta, sementara langkah-langkah juga diambil untuk memblokir akses militer terhadap $ 1 miliar uang pemerintah yang disimpan di AS.

Militer menepis kritik arah tindakannya dan malah menggugat Suu Kyi atas kebengisan tersebut.

Map of Myanmar showing Mandalay, Nay Pyi Taw and Yangon

About Author


Kenneth Sanders