Mengapa Arab Saudi dukung kebijaksanaan pembatasan volume pengeras pandangan di masjid?

mengapa-arab-saudi-dukung-kebijakan-pembatasan-volume-pengeras-suara-di-masjid-16

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

4 jam yang lalu

Mekkah

Sumber gambar, AFP

Pihak berwenang di Arab Saudi menyatakan mendukung kebijaksanaan pembatasan volume pengeras suara di masjid-masjid di negeri itu.

Kementerian Urusan Islam Saudi mengumumkan minggu lalu semua pengeras bahana harus disetel hanya sepertiga dari volume maksimum.

Menteri Urusan Islam Abdullatif al-Sheikh mengatakan tindakan itu sebagai tanggapan atas keluhan daripada masyarakat.

Namun langkah tersebut memicu berbagai reaksi pada media sosial.

Tagar yang menyerukan agar musik keras dilarang di restoran-restoran maupun kafe mulai menjadi trending.

Sheikh mengatakan keluhan itu di antaranya dilayangkan oleh para orang tua yang mengaku kalau pengeras suara dari langgar itu mengganggu tidur anak-anak.

Menara masjid

Sumber gambar, Eric Lafforgue/Getty

Berbicara dalam video yang ditayangkan oleh televisi negeri, Sheikh mengatakan bahwa mereka yang ingin salat tak perlu menunggu panggilan seruan salat.

Dia menyebut orang-orang dengan mengkritik kebijakan itu mencuaikan online sebagai “musuh kerajaan” dan mengeklaim mereka “ingin menggerakkan opini publik”.

Baca juga:

Peraturan pembatasan volume pengeras suara masjid ini muncul ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman melanjutkan jalan guna membuat Arab Saudi lebih liberal dan menekan peran agama dalam kesibukan publik.

Kebijakan pembatasan baik telah dilonggarkan, seperti diakhirinya larangan pengemudi bagi suku perempuan.

Tapi si putra mahkota juga menangani kebebasan berekspresi di negara itu.

Ribuan kritikus telah ditangkap dan dipenjarakan.

Tempat ibadah mulai dibuka dalam pengawasan ketat

Sementara itu, beberapa kedudukan paling penting di negeri Islam telah dibuka kembali dua bulan setelah pandemi virus corona memaksa situs-situs itu ditutup.

Pembukaan itu memungkinkan para jamaah mengakar ke dalamnya dengan kaidah ketat.

Ratusan orang Muslim masuk ke Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, situs tersuci ketiga bagi umat Islam, untuk doa subuh pada hari Minggu.

Palestinians perform the dawn prayer inside the Al-Aqsa mosque compound, Islam's third holiest site, in Jerusalem's Old City

Sumber gambar, Getty Images

Beberapa orang meneriakkan “Allah Akbar”, sementara lainnya mencium lantai saat kerumunan orang memasuki kompleks suci tersebut.

Di dalam masjid, tindakan pencegahan dilakukan guna mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19.

Worshippers, some wearing masks, hold up their mobile phones while entering the compound housing the Al-Aqsa Mosque

Sumber gambar, Reuters

Para jamaah diperiksa suhu tubuhnya, berdiri berjauhan satu persis lain, dan diminta memakai masker dan membawa sajadah sendiri.

“Setelah mereka menelungkupkan masjid, saya merasa mampu bernafas kembali. Alhamdulillah, ” kata Umm Hisham, seorang warga Yerusalem, terlihat emosional tatkala memasuki masjid.

A Palestinian man performs the morning prayer inside the Al-Aqsa mosque

Sumber gambar, Getty Images

Langgar Al-Aqsa, dan banyak wadah suci lainnya, dibatasi untuk jemaahnya semenjak pertengahan Maret lalu, yang berarti mereka tidak dapat melakukan doa setiap hari selama bulan Ramadan.

Kendatipun ancaman virus corona masih tetap ada, banyak negara melonggarkan pemisahan secara bertahap setelah berminggu-minggu dilockdown, dengan membuka tempat-tempat suci untuk para massa dan pengunjung yang dibatasi.

Muslim worshippers enter the Al-Aqsa Mosque compound in Jerusalem's old city

Sumber gambar, EPA

Dalam Arab Saudi pada keadaan Minggu, ada suasana sebangun di Masjid Nabawi di kota Madinah, ketika para-para jamaah berkumpul untuk salat.

Masjid itu adalah lupa satu dari sekitar 90. 000 masjid yang tengah dipersiapkan untuk dibuka balik oleh otoritas Saudi.

Menjumpai pembukaan kembali masjid-masjid, jutaan orang diyakini telah dikirimi pesan tertulis dalam bermacam-macam bahasa untuk memberi tahu mereka perihal aturan mutakhir selama salat berjamaah.

Muslims pray at a mosque in Saudi Arabia

Sumber gambar, Reuters

Dalam perintah tertulis itu, yang dikirim oleh Kementerian Urusan Islam, memerintahkan para jamaah buat salat secara terpisah pada jarak dua meter, dan menahan diri untuk tak saling menyapa dengan dekapan atau jabat tangan.

Kelompok diminta untuk melakukan ritual wudu di rumah, lantaran kamar mandi di masjid akan tetap ditutup.

Muslims perform prayers inside the Al-Rajhi Mosque while practicing social distancing in Saudi Arabia

Sumber gambar, Reuters

Khotbah serta salat berlangsung tidak lebih dari lima belas menit.

Masjidil Haram di Mekah akan tetap ditutup sampai ada pemberitahuan lebih sendat. Situs tersuci bagi umat Islam, yang biasanya dikunjungi jutaan jemaah setiap tarikh, di mana kebanyakan lantaran mereka melakukan ibadah haji.

Semua foto memiliki hak cipta.

About Author


Kenneth Sanders