Order peluncuran roket di Biak-Papua dinilai penting tapi masih ditolak masyarakat, apa masalahnya?

proyek-peluncuran-roket-di-biak-papua-dinilai-penting-tapi-masih-ditolak-masyarakat-apa-masalahnya-17

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

3 jam yang cerai-berai

bandar antariksa biak

Sumber tulisan, Dok. Forum Peduli Kawasa Byak

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan memulai pembangunan tengah peluncuran roket atau bos antariksa di Biak, Papua, sebagai langkah awal mendirikan bandar antariksa internasional. Namun, langkah ini mendapat perlawanan dari masyarakat setempat.

Sementara pengamat teknologi serta komunikasi dari ICT Institute berpendapat langkah awal ini baik bagi penelitian antariksa di Indonesia, namun menetapkan diawali dengan kajian efek dan penyampaian yang transparan ke masyarakat.

Car

Sumber gambar, SPACEX

Kenapa LAPAN mutakhir sekarang membangun pusat peluncuran roket di Biak?

Kepala Biro Kerja Sama, Ikatan Masyarakat dan Umum, LAPAN, Chris Dewanto, mengatakan dasar pembangunan pusat peluncuran roket di Biak, Papua, bukan pertama kali diwacanakan.

Sirih Chris, sejak 1980an, LAPAN sudah memiliki tanah pada Desa Saukobye, Distrik Tumbuh Utara seluas 100 hektar yang sudah siap dijadikan pusat peluncuran roket. Agenda ini akan direalisasikan tahun ini karena masuk dalam rencana strategi LAPAN, serupa merupakan amanat Undang Menjemput No. 21 tahun 2013 tentang Keantariksaan.

“Diturunkan menjadi rencana induk keantariksaan nasional, kita harus menyiapkan bandar antariksa, ” kata Chris kepada BBC News Indonesia, Senin (22/03).

Saat ini LAPAN hanya memiliki satu-satunya tempat peluncuran roket di Pantai Cilauteureun Cikelet Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namun, kedudukan ini sudah padat penduduk, “Sehingga tidak memungkinan untuk roket-roket yang lebih gembung. ”

“Oleh karena itu, kita mengembangkan roket sonda, dan nantinya ada peluru peluncur satelit ke depannya, kita harus menyiapkan kedudukan yang lebih pas, lebih strategis, lebih cocok, lebih sepi, tidak ada penduduknya dan segala macam, ” kata Chris.

Fasilitas laksana apa yang akan dibangun?

bandar antariksa biak

Sumber gambar, Dok. LAPAN

Tahun ini, LAPAN akan memulai pembangunan dengan Kajian Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Saat ini tanah dengan diklaim milik LAPAN masih berupa hutan produksi dengan masih bisa dialih fungsikan.

Targetnya pembangunan ini selesai pada 2023 atau 2024 mendatang.

“Kalau di Biak ini (arahnya) langsung ke pantai. Jadi setelah tempat peluncuran sama laut, tidak ada apa-apa. Jadi sudah aman, ” kata Chris.

Lebih sendat Chris mengatakan pembangunan infrastruktur di lahan seluas 100 hektar ini “tidak terlalu kompleks”. LAPAN hanya mengasaskan bangunan permanen yang tidak terlalu banyak, dan logistik yang bisa berpindah tempat.

bandar antariksa biak

Sumber gambar, Dok. LAPAN

“Semua pakai mobile system. Jadi tracking-nya pakai mobile. Nanti bentuknya kayak truk membawa container di dalamnya ada komputer-komputer, ada antena, ” kata Chris.

“Saat ini kita sudah diskusi dengan PUPR, soal perkakas dan prasarana infrastruktur, karena nggak mungkin kita menerbitkan roket, tapi tanahnya nggak siap, atau jalannya nggak siap. ”

Proyek was-was peluncuran untuk roket sonda tingkat dua ini mau dibiayai oleh pemerintah. Peluncuran roket dilakukan 1-2 kala setahun.

Apakah ini periode dari proyek SpaceX?

Indonesia has put itself forward as a possible rocket launch site for Elon Musk's SpaceX venture.

Sumber gambar, Getty Images

Kaum waktu lalu, Presiden Joko Widodo menjajaki Indonesia menjadi tempat investasi dari perusahaan bos perusahaan mobil elektrik Tesla, Elon Musk. Salah satunya adalah penawaran terpaut dengan pembuatan pusat peluncuran roket.

Juru bicara LAPAN, Chris Dewanto, tak menelantarkan hal ini. Akan tetapi, pihak SpaceX belum tertarik untuk membangun pusat peluncuran roket di Indonesia. “Dia (SpaceX) tidak akan menyelenggarakan investasi di bidang peluncuran satelit. (Tapi) mulai membahas soal launch site untuk transportasi manusia dari kota ke kota, ” katanya.

Apa langkah selanjutnya?

falcon heavy

Sumber gambar, Reuters

Proyek pendirian di Biak ini akan menjadi langkah awal buat menarik investasi pembangunan was-was peluncuran roket internasional.

Disebut Chris, saat ini Turki dan konsorsium dibanding sejumlah negara sudah gandrung untuk berinvestasi membuat bos antariksa internasional yang kemungkinan di Biak.

“Itu cukup kita jajaki. Belum ada hal defitinitf di berasaskan kertas, proposalnya belum tersedia. Baru intensi saja, ” katanya.

Kenapa sebagian masyarakat Biak menolak?

bandar antariksa biak

Sumber tulisan, Dok. Forum Peduli Kawasa Byak

Koordinator Forum Ingat Kawasa Byak, Maichel Awom, mengklaim rencana pembangunan tersebut dilakukan secara sepihak. Menurutnya, masyarakat khawatir pembangunan nantinya akan menggusur masyarakat, mengundang konflik horizontal dan merusak lingkungan.

“Karena belum tersedia kajian-kajian, sosialisasi mengenai pengaruh dari pembangunan itu, ” kata Maichel Awom kepada BBC News Indonesia, Senin (22/03).

Penolakan ini bukan pertama kali, tapi sudah dilakukan pada 2006. Sejak lama LAPAN berniat untuk membangun fasiltias peluncuran peluru, tapi langkah ini dinilai sebagai “langkah sepihak”.

“Sehingga di dalam itu, kalau pemerintah mau bangun itu buka ruang duduk dengan semua masyarakat biak, jalan dewan adat, semua komponen, baru kita bicara. Tidak bisa ambil keputusan sepihak, ” tambah Maichel.

Untuk memutar gambar ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Apa tanggapan LAPAN?

Sejauh ini LAPAN tidak melihat adanya penolakan yang dilandasi alasan yang kuat dari sebagian awak. “Kalau ada penolakan secara politis saya tidak mempunyai menanggapi itu, ” kata Chris.

Sejauh ini Chris mengklaim pemerintah daerah telah setuju pada rencana pendirian fasilitas peluncuran roket, tercatat DPRD setempat.

Sementara tersebut, Kepala Balai Kendali Planet, Pengamatan Antariksa dan. Suasana, dan Penginderaan Jauh di Biak, Dian Yudistira mengutarakan, pihaknya sudah “sosialisasi sebesar 3 kali kepada umum. ”

“Memang ada beberapa kepala keluarga yang belum mendukung, mungkin harus ada pendekatan dari pemda setempat, ” kata Yudistira.

Seberapa besar risiko keberadaan pusat peluncur roket?

Landing

Sumber tulisan, Getty Images

Umumnya, bandar antariksa internasional harus memiliki tempat yang cukup luhur. Sebagai gambaran, Pusat Antariksa Tanegashima di Jepang dengan memiliki luas 8, 64 kilometer persegi.

Pengamat teknologi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan jarak aman induk peluncuran roket itu ke pemukiman masyarakat sejauh 30 kilometer.

Ia menilai Biak menjadi tempat dengan strategis sebagai lokasi pendirian pusat peluncuran roket. Lokasinya di khatulistiwa yang mempersingkat jarak orbit, juga depan dengan laut sebagai wadah pembuangan sisa roket.

Bakal tetapi, semua itu kudu dikaji terkait standard keselamatan bagi lingkungan sekitar, termasuk manusia. Hasil kajian tersebut, kata dia, perlu disampaikan kepada masyarakat.

“Dibutuhkan mulia lingkungan yang memang sepi. Agar ketika sesuatu yang hal yang tidak diinginkan terjadi, ini tidak menerbitkan dampak ke lingkungan, hasil ke manusia, ” sirih Heru kepada BBC News Indonesia, Senin (22/03).

Dampak yang tidak diinginkan itu antara lain kala roket meledak di tanah, atau terjadi persoalan kala dalam perjalanan menuju angkasa. “Harus dikaji secara mendalam dampaknya seperti apa, kemudian kalau terjadi hal-hal dengan tidak diinginkan bangaimana mengatasinya? Mitigasi seperti apa? Pertama menyimpulkan akan di sana, ” lanjut Heru.

About Author


Kenneth Sanders