Palestina-Israel: Bantuan kemanusiaan tiba sesudah gencatan senjata, namun menetapkan bertahun-tahun membangun kembali Gaza

palestina-israel-bantuan-kemanusiaan-tiba-setelah-gencatan-senjata-namun-perlu-bertahun-tahun-membangun-kembali-gaza-13

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

6 jam yang morat-marit

Untuk menyesatkan video ini, aktifkan JavaScript atau coba di instrumen pencari lain

Konvoi pertama sandaran kemanusiaan telah tiba di Gaza, beberapa jam setelah berlakunya gencatan senjata kurun Israel dan kelompok Hamas pada Jumat (21/05) dini hari.

Ribuan masyarakat Palestina kembali dari eksodus namun melihat tempat susunan mereka sudah hancur. Kalangan pejabat setempat menyatakan menetapkan bertahun-tahun untuk melakukan pemulihan.

Organisasi Kesehatan Negeri (WHO) menyerukan pembentukan koridor khusus bagi warga yang luka-luka untuk dievakuasi.

Lebih dari 250 karakter tewas akibat konflik bersenjata 11 hari, sebagian luhur di Gaza. Baik Israel maupun Hamas saling mengeklaim kemenangan.

Baca juga:

Di Israel selatan, para warga turut merayakan penghentian senjata namun banyak dengan khawatir bahwa konflik sewaktu-waktu bisa muncul lagi.

Truk-truk dari berbagai lembaga sandaran, termasuk yang berafiliasi secara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), telah berdatangan dengan mendatangkan barang-barang kebutuhan medis, bertabur, dan bahan bakar ke Gaza, setelah Israel membuka pos perlintasan Kerem Shalom.

Lebih dari 100. 000 orang terpaksa mengungsi dari rumah-rumah mereka di Gaza, yang dikuasai kaum Hamas, dan hampir 800. 000 orang kini tak memiliki akses ke minuman bersih, ungkap badan PBB urusan anak-anak Unicef.

Kalangan pejabat Palestina mengatakan butuh jutaan dolar untuk membangun kembali wilayah-wilayah yang hancur, apalagi kini warga tengah dikhawatirkan dengan pandemi Covid-19.

Margaret Harris, juru bicara WHO, menyerukan segera dibuka akses bagi sediaan medis dan tenaga kesehatan tubuh ke Gaza, karena sarana kesehatan di wilayah itu berisiko dipenuhi oleh beribu-ribu warga yang luka-luka.

Semasa bertahun-tahun, Gaza sering diblokade oleh Israel dan Mesir sehingga menyulitkan lalu lin warga dan barang. Bukti dari kedua negara tersebut adalah khawatir adanya pasokan senjata ke Hamas.

Gaza, Palestina, Israel

Sumber gambar, Getty Images

Badan PBB urusan Pelarian Palestina (Unwra) mengatakan kalau prioritasnya adalah mengidentifikasi & membantu puluhan ribu awak yang kehilangan tempat status, sehingga segera butuh tumpuan US$38 juta.

Di Kamis (20/5), Kementerian Perumahan Gaza mengatakan bahwa 1. 800 unit rumah sudah tidak layak huni dan 1. 000 unit telah hancur.

“Kerusakan yang dibuat dalam kurun invalid dari dua pekan akan butuh waktu bertahun-tahun, kalau tidak puluhan tahun, buat membangun kembali, ” sebutan Fabrizio Carboni, direktur Timur Tengah dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Gaza, Palestina, Israel

Sumber gambar, Anadolu Agency via Getty Images

Warga Gaza bernama Samira Abdallah Nasser mengaku rumahnya yang bersusun dua di dekat Kota Beit Hanoun hancur meledos akibat serangan.

“Ketika pulang ke rumah, kami sudah tidak punya wadah untuk berteduh, sudah tidak ada air, listrik, wadah tidur, semuanya sudah tak ada lagi, ” kata Samira kepada kantor informasi Reuters . “Kami pulang ke rumah yang sudah hancur seluruhnya. ”

Warga lainnya bernama Azhar Nsair kepada Associated Press mengatakan, “Kami melihat kehancuran yang begitu gede di sini, baru kali ini kami menyaksikannya. ”

Gaza, Palestina, Israel

Sumber gambar, EPA

Gaza

Sumber tulisan, EPA

Pertempuran antara Israel dan kelompok Hamas pada Gaza dimulai 10 Mei setelah ketegangan yang kian panas selama beberapa pasar yang berpuncak pada pertikaian antara polisi Israel serta warga Palestina di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Hamas masa itu mulai menembakkan berpandu setelah memperingatkan aparat ketenangan Israel untuk mundur lantaran kompleks suci itu, & dibalas oleh Israel secara serangan udara.

Setidaknya 248 orang, termasuk bertambah dari 100 perempuan serta anak-anak, tewas di Gaza, menurut kementerian kesehatan setempat. Israel mengklaim telah mematikan sedikitnya 225 militan semasa pertempuran 11 hari, tetapi Hamas belum mengumumkan bahan soal jumlah anggotanya dengan tewas.

Di Israel, 13 orang termasuk perut anak-anak dan seorang prajurit tewas, ungkap layanan medis negara itu.

Menangkap juga:

Warga di Israel keluar dari wadah perlindungan darurat

Sementara itu banyak keluarga Yahudi bisa meninggalkan tempat perlindungan darurat. Pembatasan darurat sudah dicabut dan semua sekolah akan dibuka kembali pada Minggu.

Militer Israel mengatakan bahwa Hamas menembakkan lebih dari 4. 300 roket selama konflik, 90% antara lain berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Kubah Besi. Namun ada sejumlah peluru Hamas yang lolos & menghancurkan sejumlah bangunan, termasuk rumah-rumah warga dan sinagog.

Banyak roket yang ditembakkan mengarah ke kota-kota di Israel bagian selatan, seperti Ashkelon.

Warga setempat bernama Tammy Zamir pada kantor berita Reuters mengiakan senang bahwa konflik sudah berakhir, namun dia selalu “yakin akan ada pertambahan baru. ”

Di Kota Ashdod, warga 25 tahun bernama Dan Kiri mengatakan Israel harus terus menyerang Hamas sampai asyik, sambil menambahkan: “Tinggal menunggui waktu hingga ada berdiam berikut di Gaza. ”

Gaza, Palestina, Israel

Sumber gambar, Reuters

Gaza, Palestina, Israel

Sumber gambar, EPA

Walau sudah berlangsung gencatan senjata pada Jumat dini hari, namun tetap terjadi perselisihan di masjid al-Aqsa siangnya setelah salat Jumat. Petugas Israel menembakkan granat kejut ke para pemrotes Palestina, yang melempari mereka dengan batu dan bom petrol ke petugas. Sedikitnya 20 warga Palestina luka-luka, membuka tim medis.

Tengah itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa solusi dua negara merupakan bulevar satu-satunya untuk mengatasi pertikaian. Dia menambahkan bahwa tak akan ada perdamaian kecuali jika kawasan itu secara tegas mengakui hak keberadaan Israel.

Biden pula mengatakan bahwa AS mau mengorganisir bantuan internasional buat membantu pembangunan kembali dalam Gaza.

line

Masa jeda untuk konflik berikut?

Analysis box by Tom Bateman, Middle East correspondent

Suasana jalan-jalan utama di Gaza berangsur balik normal beberapa jam setelah gencatan senjata diberlakukan. Tersebut kali pertama dalam masa hampir dua pekan final warga bisa keluar sendi dengan aman.

Namun, banyak keluarga yang harus berjalan di antara reruntuhan bangunan & anak-anak berjalan berhati-hati menghindari pecahan-pecahan kaca.

Mereka memandangi gedung-gedung yang suntuk dengan tampak pasrah. Agak-agak melihat dampak kehancuran tersebut relatif lebih mudah ketimbang mengalami secara menegangkan berharta di bawah ancaman serbuan udara.

Di suatu buku jalan di pusat Tanah air Gaza terdapat bangunan al-Sharouq yang sudah jadi puing-puing. Nama bangunan itu berarti matahari terbit.

Itu adalah gedung tinggi ketiga dengan dibom militer Israel sebab dianggap digunakan oleh militan.

Sebuah mobil meluncur dan seorang anak di dalamnya sambil memakai keffiyeh muncul dari atap mobil dengan mengacungkan jari pusat dan telunjuk pertanda lulus.

Hamas memuji kelakuan mereka “mempertahankan Yerusalem. ” Sedangkan Israel menyatakan serangan udaranya telah membuat kawanan itu mengalami kemunduran penting.

Masyarakat memang menerima baik gencatan senjata itu, namun juga sadar tersebut mungkin hanya menunda had terjadi konflik berikut dengan tidak terhindarkan.

line

About Author


Kenneth Sanders