Percekcokan Afghanistan: Bom di Kelulusan tewaskan puluhan siswi SMP, Indonesia ‘mengutuk serangan brutal’ – Mengapa etnis minoritas jadi sasaran?

konflik-afghanistan-bom-di-kabul-tewaskan-puluhan-siswi-smp-indonesia-mengutuk-serangan-brutal-mengapa-etnis-minoritas-jadi-sasaran-8

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

5 tanda yang lalu

Afghanistan, bom

Sumber gambar, Getty Images

Sejumlah keluarga dalam Afghanistan menguburkan anak-anak itu yang tewas dalam ledakan bom di luar bangunan sekolah Menengah Pertama di Pokok Kota Kabul, Sabtu lalu (8/5).

Lebih lantaran 60 orang, sebagian mulia anak perempuan, meregang menutup akibat serangan yang menimpa para murid saat jam pulang sekolah.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Dasht-e-Barchi, wilayah yang kerap jadi target serangan bersemangat Islamis Sunni.

Pemerintah menyalahkan Taliban atas pukulan tersebut, namun milisi tersebut membantahnya.

Siapa sebenarnya yang menjadi target dalam insiden berbakat Sabtu lalu itu tak jelas. Ledakan terjadi pada tengah meningkatnya aksi kebengisan saat AS bersiap memulangkan semua pasukannya dari Afghanistan pada 11 September kelak.

Kawasan di barat Kabul yang jadi kedudukan ledakan merupakan permukiman untuk banyak warga minoritas Hazara, yang berketurunan dari Mongolia dan Asia Tengah beserta sebagian besar Muslim Syiah.

Hampir setahun dengan lalu, unit bersalin pada suatu rumah sakit setempat diserang, menewaskan 24 perempuan dewasa, anak-anak, dan budak.

line

Heather Barr lantaran Human Rights Watch mencuit serangkaian video dan foto yang dia sebut merupakan sekolah yang dimaksud pada Kabul – termasuk tur yang dipandu oleh lengah seorang murid sekolah. Menurut Barr, film dokumenter dalam sekolah tersebut dibuat di 2017.

Pemenang Penghargaan Nobel dan aktivis Malala Yousafzai – yang kepalanya ditembak Taliban pada 2012 – memposting soal “serangan mengerikan” itu lewat Twitter.

“Hatiku bersama para-para keluarga korban sekolah pada Kabul, ” tulisnya.

Indonesia mengutuk serangan

Afghanistan, bom

Sumber tulisan, Anadolu Agency via Getty Images

Masyarakat internasional kendati melontarkan reaksi keras. Salah satunya Indonesia, yang mengutuk serangan brutal yang jalan Sekolah Sayed Ul-Shuhada itu.

“Duka cita dan afeksi yang mendalam terhadap keluarga korban dan seluruh rakyat Afghanistan. Indonesia akan tetap mendukung upaya memerangi terorisme dan mewujudkan perdamaian yang lestari di Afghanistan, ” demikian cuit Kementerian Asing Negeri RI di Twitter pada Minggu malam (09/05).

Afghanistan mengalami peningkatan kebengisan saat AS dan NATO bersiap menarik semua pasukan mereka yang masih bertugas di negeri itu dalam 11 September.

Sabtu lalu Departemen Luar Negeri AS mengencam “serangan barbar” itu yang terjadi di luar sekolah.

“Kami menyerukan segera diakhiri kekerasan dan pengincaran atas masyarakat sipil yang tidak bersalah, ” sebut Deplu GANDAR.

Kantor misi Uni Eropa di Afghanistan menggunakan Twitter menyatakan bahwa “mengincar anak-anak sekolah sama saja dengan menyerang masa aliran Afghanistan. ”

Suasana emosional

Pemakaman pertama para korban berlangsung di “Tempat Pemakaman Martir”, yang menjadi letak penguburan bagi banyak masyarakat Hazara.

Mereka yang hadir begitu terpukul menyaksikan peti-peti jenazah para objek diturunkan ke liang lahat, ungkap kantor berita AFP .

Afghanistan, bom

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Salah seorang masyarakat setempat, yang dikutip AFP, mengaku: “Saya bergegas ke lokasi kejadian dan tepat berada di antara para korban tewas. Semuanya bani perempuan. Tubuh-tubuh mereka silih bertumpukan. ”

Ledakan itu diyakini akibat suatu bom mobil dan dua bom rakitan yang dipasang di lokasi.

Seorang saksi yang selamat, Zahra, kepada para wartawan mengungkapkan bahwa dia tengah pulang sekolah saat ledakan terjadi.

“Teman kelas hamba meninggal. Beberapa menit kemudian ada ledakan lagi, serta muncul lagi. Semua karakter berteriak dan darah pada mana-mana, ” ungkapnya.

kabul

Sumber gambar, EPA

Lebih dari 150 orang luka-luka akibat serangan itu. Informasi dari Kabul mengatakan kalau saat itu suasana di kota tersebut tengah berperan oleh para warga yang berbelanja untuk kebutuhan Idul Fitri pekan ini.

Sementara itu, Taliban hari Minggu mengatakan mereka menerapkan gencatan senjata selama tiga hari terkait Idul Fitri.

Pemberontak itu menyatakan bahwa pihaknya “menghentikan semua operasi atas musuh untuk menolong suasana yang damai dan aman. ”

Pemerintah Afghanistan diperkirakan menanggapinya juga dengan gencata senjata.

line

Penjabaran oleh Secunder Kermani, koresponden BBC Afghanistan

Begitu banyak tempat di Afghanistan mengalami begitu banyak kegetiran, namun yang terjadi pada distri Dasht-e-Barchi di Kabul benar-benar mengerikan.

Daerah itu dihuni oleh minoritas etnis Hazara. Sebagai hamba Islam Syiah, mereka dipandang ISIS sebagai bidah & sering dijadikan target serangan.

Puluhan warga itu telah tewas akibat pengeboman di gelanggang olahraga, induk budaya, dan terutama di tempat-tempat belajar.

Tarikh lalu dan pada 2018, pengebom bunuh diri ISIS menyerang pusat pembelajaran di kawasan itu yang menewaskan lebih dari 70 orang. ISIS bukan bagian sebab perundingan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan, yang kini prosesnya mandek.

Mematok saat ini belum ada yang mengeklaim serangan Sabtu kemarin. Namun, ISIS terus melancarkan pembunuhan dan pengeboman di Kabul dan Kota Jalalabad walau mereka telah kehilangan banyak wilayah tanduk di sebelah timur negeri itu.

About Author


Kenneth Sanders