Permusuhan Palestina-Israel: Sejumlah fakta penting di balik sengketa yang sudah berusia 100 tahun

konflik-palestina-israel-sejumlah-fakta-penting-di-balik-sengketa-yang-sudah-berusia-100-tahun-19

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

6 jam yang semrawut

Perempuan pro-Palestina dan pria pro-Israel saling berteriak.

Sumber gambar, Getty Images

Sejauh ini ratusan warga Palestina dan lebih dari 20 polisi Israel terluka di dalam bentrokan di Yerusalem.

Bentrokan terbaru ini terjadi menyusul kenaikan ketegangan selama satu bulan terakhir, namun konflik Israel dan Palestina itu sendiri telah berlaku puluhan tahun.

Bagaimana mula mulanya? Berikut sejumlah fakta penting dan penjelasannya.

Urusan 100 tahun

Inggris mengabil alih kawan yang lumrah sebagai Palestina setelah penguasa sebagian wilayah Timur Tengah, Kesultanan Utsmaniyah, kalah di Perang Dunia Pertama.

Wilayah itu ditempati oleh bangsa minoritas Yahudi dan bangsa mayoritas Arab.

Bethlehem pada awal Abad ke-20

Sumber gambar, Getty Images

Ketegangan antara dua kelompok tersebut meningkat masa masyarakat dunia menugaskan Inggris untuk mendirikan “rumah nasional” di Palestina bagi warga Yahudi.

Bagi karakter Yahudi, wilayah itu ialah tanah air leluhur mereka, tetapi warga Arab Palestina juga

Antara tahun 1920-an hingga 1940-an, total orang Yahudi yang sampai ke wilayah itu merayap. Banyak di antara mereka adalah orang Yahudi yang menyelamatkan diri dari persekusi Eropa dan mencari desa air sesudah Holokaus Perang Dunia Kedua.

Kekerasan antara Yahudi dan Arab, dan aksi menentang tanduk Inggris, juga meningkat.

Haganah atau petempur bawah tanah Yahudi, Palestina, Israel

Sumber gambar, Getty Images

Di tahun 1947, PBB membatalkan wilayah Palestina dibagi menjelma dua negara terpisah untuk bangsa Yahudi dan warga Arab Palestina. Adapun Yerusalem ditetapkan sebagai kota universal.

Pengaturan itu diterima oleh kalangan pemimpin Yahudi tetapi ditolak oleh keluarga Arab dan kemudian tak pernah diterapkan.

Pembentukan Israel dan ‘Malapetaka’

Karena tidak bisa menyelesaikan masalah, dalam 1948 penguasa Inggris ambil kaki dan para pemuka Yahudi mendeklarasikan pembentukan negeri Israel.

Banyak warga Palestina menolaknya dan kemudian berserakan perang. Tentara dari negara-negara Arab yang bertetangga menyelenggarakan penyerbuan.

Tentara Pasukan Arab menembak ke arah petempur Yahudi dari Haganah, pasukan bela diri Yahudi pada Maret 1948, konflik Israel-Palestina

Sumber gambar, Getty Images

Ratusan ribu warga Palestina melarikan diri ataupun dipaksa meninggalkan rumah di dalam perisyiwa yang mereka ucap sebagai Al Nakba atau “Malapetaka”.

Menjelang akhir pertempuran satu tahun kemudian menggunakan gencatan senjata, Israel telah berhasil menguasai sebagian tinggi wilayah.

Yordania menduduki wilayah yang kemudian menjadi Tepi Barat, dan Mesir menguasai Gaza.

Yerusalem dibagi antara pasukan Israel di bagian Barat, & pasukan Yordania di arah Timur.

Karena tidak sudah ada perjanjian perdamaian berantakan kedua belah pihak saling menyalahka – terjadi lah perang dan pertempuran semasa puluhan tahun berikutnya.

Peta wilayah sekarang

Map of Israel's boundaries today

Presentational white space

Dalam perang berikutnya pada tahun 1967, Israel menduduki Yerusalem Timur serta Tepi Barat, dan selalu sebagian besar wilayah Lapangan Tinggi Golan yang dikuasai Suriah, Gaza dan Semenanjung Sinai yang dikuasai Mesir.

Mayoritas pengungsi Palestina & keturunan mereka tinggal dalam Gaza dan Tepi Barat. Mereka juga tinggal pada negara tetangga Suriah, Yordania dan Lebanon.

Israel tak mengizinkan para pengungsi tersebut dan keturunan mereka kembali ke rumah mereka sendiri. Israel beralasan kepulangan pengungsi akan membebani negara itu dan mengancam keberadaan negara iti sebagai negara Yahudi.

Komandan militer Israel tiba di Yerusalem Timur, setelah pasukannya merebut wilayah itu dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967.

Sumber gambar, Getty Images

Israel masih menduduki Susur Barat, dan meskipun sudah mundur dari Gaza, PBB masih menganggap wilayah itu sebagai bagian dari wilayah yang diduduki Israel.

Israel mengakui seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, sedangkan Palestina menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dalam masa depan.

Amerika Serikat adalah salah satu dari segelintir negara yang menyungguhkan klaim Israel atas seluruh wilayah kota tersebut.

Peta

Selama 50 tahun terakhir, Israel telah membangun permukiman di daerah-daerah itu yang kini ditempati oleh lebih dari 600. 000 masyarakat Yahudi.

Palestina menegaskan pembangunan itu melanggarar hukum global dan menjadi batu halangan dalam perundingan perdamaian, tetapi Israel menepisnya.

Apa selalu masalah utamanya?

Israel serta Palestina gagal mencapai bercak temu dalam sejumlah urusan.

Antara lain adalah apa yang dilakukan terhadap pelarian Palestina, apakah permukiman Yahudi di Tepi Barat dengan diduduki Israel dibiarkan atau dibongkar.

Masalah lain terpaut dengan Yerusalem, apakah ke-2 pihak seharusnya berbagi tanah air itu. Dan yang mungkin paling pelik adalah apakah negara Palestina semestinya didirikan berdampingan dengan Israel.

Pasukan keamanan Israel di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, konflik Israel-Palestina.

Sumber gambar, Getty Images

Selama 25 tahun belakang, perundingan perdamaian kadang kurun digelar, namun hingga saat ini belum berhasil menyelesaikan perselisihan.

Bagaimana prospek masa depannya?

Singkat kata, konflik Palestina-Israel belum akan terselesaikan dalam waktu dekat.

Rencana paling baru, yang ditawarkan Amerika Serikat ketika Donald Trump menjabat presiden, ditolak sebab Palestina karena dianggap miring ke Israel dan dalam akhirnya tidak pernah diterapkan.

Yerusalem

Perjanjian damai barang apa pun di masa depan akan memerlukan kesepakatan kedua pihak untuk menuntaskan masalah-masalah yang rumit.

Sampai tersedia penyelesaian, maka konflik Palestina-Israel akan terus berlanjut.

About Author


Kenneth Sanders