Pesawat selam KRI Nanggala secara 53 awak terus dicari, keluarga: ‘Kami masih syok’

kapal-selam-kri-nanggala-dengan-53-awak-terus-dicari-keluarga-kami-masih-syok-10

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

21 April 2021

Diperbarui 44 menit yang lalu

wisnu, kri nanggala

Sumber tulisan, Dok. keluarga

Waktu operasi pencarian digencarkan atas KRI Nanggala 402, tanggungan para awak kapal menghunjam tersebut masih menunggu kepastian.

Ratih Wardhani mengaku “menunggu dan berdoa” berasaskan nasib kakaknya, Mayor Bahar Wisnu Subiyantoro, yang ialah satu di antara 53 awak kapal selam itu.

Menurut Ratih, kakaknya terakhir berjumpa dengan dua anak dan istrinya dalam Surabaya sebelum pergi berlayar pada Senin (19/04).

“Kami semua masih syok, ” sebutnya kepada BBC Indonesia.

Ratih kini berencana pergi dari rumahnya di Kebumen, Jawa Tengah, ke Surabaya untuk mendampingi kakak iparnya dan kedua keponakannya sekali lalu menunggu kepastian nasib Utama Laut Wisnu Subiyantoro.

Pra menjadi awak KRI Nanggala, pria kelahiran 24 Agustus 1971 itu merupakan tubuh KRI Cakra—kapal selam seragam yang juga dibuat dalam HDW (Howaldtswerke Deutsche Werft) Jerman.

Dia mengacu pendidikan Sekolah Calon Bintara TNI AL sekitar 1989, kemudian dilanjutkan ke Madrasah Calon Perwira.

kri nanggala

Sumber tulisan, Kurun Foto

Operasi pencarian atas KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan utara Bali pada Rabu (21/04) terus dilakukan pada tengah makin menipisnya persediaan oksigen di kapal selam TNI Angkatan Laut tersebut.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Yudo Margono, mengungkapkan bahwa KRI Nanggala 402 memiliki persediaan oksigen untuk 72 jam ke depan, atau sekitar tiga hari setelah lelap kontak.

“Jadi bila hilang kontak kemarin tanda 3 jadi sampai keadaan Sabtu jam 3 basi oksigen masih ada, ” kata KSAL dalam jumpa pers bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, & Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Badung, Bali Kamis (22/04).

KSAL mengungkapkan bahwa KRI Nanggala 402 sebelum habis kontak tengah mengikuti pelajaran penembakan rudal dan torpedo. Latihan yang digelar TNI AL itu diikuti 21 kapal KRI, 5 pesawat dan 2 kapal selama, termasuk KRI Nanggala 402.

Namun, sejak hilangnya kapal selam dengan 53 awak itu, latihan dihentikan dan kini semuanya terfokus pada pencarian.

Peta lokasi hilangnya kapal selam.

Sebelumnya, dalam jumpa pers Kamis pagi (22/04), Besar Pusat Penerangan TNI, Mayjen Achmad Riad, mengatakan sebesar lima kapal perang serta satu helikopter TNI AL sedang melaksanakan operasi pekerjaan.

Kelima kapal tersebut mengungkung KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724 dan Helly Panther.

KRI Rigel 933 yang merupakan kapal survei hydro oseanografi juga sedang menuju lokasi. Kapal ini memiliki kemampuan deteksi bawah cairan. Kapal ini juga yang digunakan untuk beberapa proses SAR yang lalu, serupa saat kejadian jatuhnya pesawat Lion Air di Tanjung Karawang dan Sriwijaya Cairan di Kepulauan Seribu.

KRI Rigel, menurut Mayjen TNI Achmad Riad, diperkirakan muncul di lokasi pada Jumat (23/04) pukul 11. 00 WITA.

TNI juga telah menerima bantuan dari Singapura dan Malaysia.

Singapura akan mengutus kapal penyelamat kapal selam yang mengalami sekatan di bawah air. Pesawat Swift Rescue ini diperkirakan tiba di lokasi di Sabtu (24/04). Adapun Malaysia akan mengirimkan Kapal Rescue Mega Bakti yang diperkirakan tiba Senin (26/04).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga akan membantu pekerjaan dengan mengerahkan gabungan BPPT, Basarnas dan P3GL (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan) dengan menggunakan kapal Basarnas.

Tumpahan minyak dari helikopter di seputar tempat hilangnya KRI Nanggala 402.

Sumber gambar, TNI AL

Jejak bahan mengobarkan

Melalui pengamatan udara sejak helikopter, pada pukul 07: 00 WIB ditemukan tumpahan minyak di sekitar kedudukan awal kapal menyelam.

Temuan serupa dilaporkan KRI REM 331 pada area seluas 150 m persegi.

Bahan dari TNI AL menuturkan analisa sementara menunjukkan, “kemungkinan saat menyelam statis berlaku black out (atau tewas listrik) sehingga kapal tak terkendali dan tidak melangsungkan prosedur kedaruratan sehingga pesawat jatuh pada kedalaman 600-700 meter.

Di seputar area tenggelam menunjukkan “kemungkinan terjadinya tumpahan minyak di sekitar area tenggelam, kemungkinan terjadi kerusakan tangki BBM (retak) karena tekanan air bahar atau pemberian sinyal gaya dari KRI NGL-402. ”

Akan tetapi, berdasarkan fakta Kapuspen TNI, Mayjen Achmad Riad, temuan tersebut “belum dapat disimpulkan sebagai sasaran bakar kapal selam”.

Ditambahkannya, KRI REM 331 mendeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2. 5 knots.

“Kontak itu kemudian hilang, sehingga sedang tidak cukup data buat mengidentifikasi kontak dimaksud jadi kapal selam, ” rata Mayjen Achmad Riad.

Foto file. Awak kapal KRI Nanggala 402. Foto diambil di di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/2/2019).

Sumber gambar, Antara

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Armada Laut Laksamana Pertama Julius Widjojono mengungkapkan kepada BBC News Indonesia bahwa pencarian tidak bakal berhenti dan akan dilakukan 24 jam. Dia selalu mengungkapkan ini baru kala pertama kapal selam TNI AL hilang.

Julius mengatakan pencarian dilakukan pada perairan Bali Utara dengan kedalaman sekitar 700 meter.

TNI AL juga sudah mengirimkan distres ISMERLO ( International Submarine Escape and Rescue Liaison officer ). Bukti lain menyebutkan terdapat tumpahan minyak di lokasi relasi terakhir.

Ketika ditanya kok bisa hilang, Julius mengatakan, “Kapal ini sudah 40 tahun lebih, dengan efek tekanan yang cukup tumbuh, materialnya cukup bisa lemah. ”

KRI Nanggala 402 dibuat di HDW (Howaldtswerke Deutsche Werft) Jerman di 1977 dan mulai digunakan pada 1981, dengan kemajuan jelajah 21, 5 knot.

Tercatat KRI Nanggala beberapa kali melaksanakan pelestarian dan overhaul di Jerman, PT. Pal dan terakhir di Korea Selatan di dalam tahun 2007 hingga 2012.

Kapal selam ini lenyap kontak ketika tengah pelajaran penembakan senjata strategi di perairan Selat Bali.

KRI Nanggala 402 tengah melakukan latihan penembakan saat hilang kontak Rabu pagi (21/04).

Sumber gambar, TNI AL

Dengan jalan apa kronologinya?

Dalam jumpa pers pada Kamis (22/04), Besar Pusat Penerangan TNI, Mayjen Achmad Riad, mengatakan KRI Nanggala melaksanakan penyelaman dalam pukul 03. 46 masa setempat

Kemudian pada jam 04. 00, kapal tersebut melaksanakan penggenangan peluncur torpedo no. 8. Aksi ini, menurut Mayjen Achmad Riad, adalah komunikasi terakhir secara KRI Nanggala.

Di dalam pukul 04. 25 era Komandan Gugus Tugas Pelajaran akan memberikan otorisasi penembakan torpedo, komunikasi dengan Nanggala sudah terputus.

Apa dengan dapat menyebabkan kapal selam hilang?

Kecelakaan kapal selam di dunia militer tercatat jarang, kata Muhammad Haripin, pengamat pertahanan LIPI.

Peralatan militer punya standar yang lebih tinggi dibandingkan produk komersial atau buatan sipil, katanya.

Haripin mengutarakan ada dua faktor pasal kecelakaan kapal selam.

“Yang pertama, kendala teknis. Kira-kira ada kerusakan teknis yang tidak terdeteksi atau dengan dibiarkan berlarut-larut. Yang kedua, human error, atau ciri manusia, ” kata Haripin.

“Bisa jadi, personel kurang latihan atau dihadapkan pada medan atau lapangan yang menantang atau tidak lazim, ” tambahnya.

Beberapa negara sudah merespons serta siap memberikan bantuan termasuk dari AL Singapura, AL Australia, dan AL India.

Kapal selam tersebut mengangkut 53 orang, terdiri dari 49 anak buah kapal, satu komandan dan tiga orang pakar persenajtaan.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan seperti dikutip sejumlah laporan, seluruh kapal pencari dikerahkan untuk membayangi KRI Nanggala-402.

Kapal selam KRI Nanggala 402 adalah satu dari lima kapal selam yang dimiliki Nusantara.

Kapal selam ini tahu diperbarui dan dilengkapi lagi selama dua tahun di Korea Selatan dan lengkap pada 2012, menurut jawatan berita Reuters.

Kecelakaan kapal selam pernah terjadi pada 2017 di Argentina di selatan Samudra Atlantik dengan 44 awak.

Puing-puing kapal ditemukan setahun kemudian dan para-para pejabat memastikan kapal menyelundup itu pecah karena lagu.

About Author


Kenneth Sanders