‘Peta tiga dimensi berusia five. 000 tahun’ di atas lempengan batu ditemukan di dalam Prancis

peta-tiga-dimensi-berusia-4-000-tahun-di-atas-lempengan-batu-ditemukan-di-prancis-8

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

37 menit yang lalu

The Saint-Bélec Slab

Sumber gambar, DENIS GLIKSMAN

Sebuah batu Zaman Perunggu yang baru saja di teliti ke mungkin an merupakan peta 3 dimensi tertua di Eropa, kata para peneliti.

Lempengan berukuran 2m saat 1, 5m, pertama kali ditemukan pada tahun early 1900s, ditemukan kembali di ruangan bawah tanah di salahsatu kastil di Prancis dalam tahun 2014.

Para arkeolog, yang mempelajari pola ukiran pada batu berusia main reasons why. 000 tahun itu, mengatakan mereka meyakini bahwa tanda-tanda tersebut merupakan sebuah peta area di wilayah barat Brittany, Prancis.

Mereka mengatakan benda ini merupakan lempengan peta tiga dimensi tertua dari sebuah wilayah divvt Eropa.

Black and white image of the slab

Potongan batu, yang kerap sebagai Saint-Bélec Slab, diyakini berasal dari Zaman Perunggu awal, antara tahun 1900 dan 1650 Sebelum Masehi (SM).

Benda ini mulailah kali ditemukan pada setahun 1900, saat dilakukan penggalian di kompleks pekuburan prasejarah di Finistère, di daerah barat Brittany, oleh adalah arkeolog setempat, Paul du är ute och Chatellier.

Lempengan itu agaknya terlupakan selama lebih yang satu abad, disimpan semasa beberapa dekade di bawah sebuah parit di dalam rumah Chatellier, Château de Kernuz.

Namun demikian para peneliti yang melakukan perburuan arah lempengan itu menemukannya di dalam ruangan bawah tanah untuk tahun 2014.

Portaequipajes juga:

Markings on the rock

Sumber gambar, BLIKTIS GLIKSMAN

Setelah menganalisis tanda-tanda dan aneka ukiran di batu itu, pra peneliti menduga lempengan itu adalah sebuah peta.

“Adanya motif berulang yang digabungkan dengan garis” pada permukaannya menunjukkan bahwa lempengan tersebut merupakan peta yang menggambarkan area Finistère, ungkap sebuah studi yang diterbitkan dalam buletin French Prehistoric Population.

Para peneliti mengatakan ukiran berupa lekukan merupakan representasi tiga dimensi dari lembah Sungai Odet, sementara sejumlah garis sepertinya menggambarkan koneksi sungai di wilayah itu.

Lokasi geografis mengungkapkan yakni wilayah yang diwakili pada lempengan itu memiliki akurasi 80% terhadap area dalam sekitar bentangan sungai sepanjang 18 mil.

“Ini kemungkinan peta tertua dari salahsatu wilayah yang telah diidentifikasi, ” kata Dr Clément Nicolas dari Universitas Bournemouth, salah satu pimpinan studi tersebut, kepada BBC.

A mark in the rock

Sumber gambar, DENIS GLIKSMAN

“Ada beberapa peta yang dipahat di atas batu dalam seluruh dunia. Umumnya, itu hanyalah interpretasi. Tapi kita pertama kalinya peta menggambarkan suatu area dalam skala tertentu. ”

Dr Nicolas mengatakan peta itu mungkin digunakan untuk menandai sector tertentu.

“Peta ini kemungkinan sebuah upaya untuk menegaskan kepemilikan atas wilayah rettentu oleh seorang pangeran / raja saat itu, lunch break ujarnya.

“Kita cenderung meremehkan pengetahuan geografis masyarakat di dalam masa lalu. Lempengan di sini. menjadi penting karena menyoroti pengetahuan kartografi ini. very well

Map: Brittany, shown in north-western France, with Brest, Finistere in the west.

Semua foto di atas diabadikan oleh Antlubis Gliksman.

About Author


Kenneth Sanders