Rincian pembayaran pajak ‘orang istimewa kaya’ di Amerika Serikat dibocorkan, diduga ‘jumlahnya kurang bahkan sampai titik nol’

rincian-pembayaran-pajak-orang-super-kaya-di-amerika-serikat-dibocorkan-diduga-jumlahnya-minim-bahkan-sampai-titik-nol-2

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

sejam yang lalu

Jeff Bezos

Sumber gambar, Getty Images

Rincian klaim pajak yang mengungkapkan sungguh sedikit pajak penghasilan dari kalangan orang super mampu di Amerika Serikat bocor di sebuah situs informasi.

ProPublica mengatakan rincian ini tampaknya merupakan retribusi penghasilan dari sejumlah karakter terkaya di dunia, termasuk Jeff Bezos, Elon Musk dan Warren Buffett.

Kedudukan berita ini menduga pemilik Amazon, Bezos tak menunaikan pajak pada 2007 serta 2011, sebagaimana bos Tesla, Elon Musk yang tak mebayar pada 2018.

Tukang bicara Gedung Putih mengutarakan, kebocoran ini “ilegal”, serta Biro Penyelidik Federal GANDAR, FBI serta otoritas retribusi sedang melakukan investigasi.

ProPublica mengatakan medium menganalisis apa yang dikenal sebagai “harta besar dibanding data Internal Revenue Service (IRS)” terhadap pajak para miliarder, dan akan merilisnya lebih rinci beberapa minggu ke depan.

IRS adalah layanan pendapatan privat atau badan pemerintah GANDAR yang bertanggung jawab mengumpulkan pajak dan menegakkan dasar pajak.

Sementara itu, BBC belum dapat mengkonfirmasi klaim tersebut. Dugaan pembocoran petunjuk ini muncul di pusat perdebatan yang berkembang melanggar jumlah pajak yang dibayarkan oleh orang kaya & kesenjangan yang meluas.

ProPublica mengatakan 25 orang kaya di Amerika membayar sedikit pajak dibandingkan dengan biasa pekerja di sektor istimewa lain di AS. Puluhan dari mereka membayar rata-rata 15, 8% dari perolehan kotor yang disesuaikan.

Senior reporter dan editor di ProPublica, Jesse Eisinger mengatakan dalam Today Programme: “Kami cukup terkejut kalau Anda bisa menurunkan [pajak] hingga hampa, jika Anda seorang multi-miliarder. Sesungguhnya, membayar pajak dalam titik nol, benar-benar membina kamu kecewa. Orang super kaya bisa menghindari bentuk dengan cara yang sepenuhnya legal. ”

Rencana Biden

Situs berita ini mengatakan bahwa “menggunakan strategi pajak yang sah secara kaidah, banyak orang kaya mampu menyusutkan tagihan pajak federal mereka menjadi tidak tersedia, atau mendekati hal itu” bahkan ketika kekayaan itu melonjak selama beberapa tahun terakhir.

Orang kaya, sebagaimana kebanyakan warga biasa, bisa mengurangi pajak penghasilan meniti hal-hal seperti sumbangan kebaikan, dan menarik uang dari pendapatan investasi dibandingkan pendapatan upah.

ProPublica, dengan petunjuk yang dikumpulkan dari organ Forbes, mengatakan harta kebesaran dari 25 orang terkaya di Amerika secara beramai-ramai meningkat hingga $401 miliar dari 2014-2018.

Tetapi, mereka hanya membayar pajak penghasilan $13, 6 miliar selama tahun-tahun dari kurun waktu tersebut.

Presiden Joe Biden berjanji meningkatkan pajak pada orang kaya di Amerika sebagai bagian dibanding misi untuk meningkatkan paritas, dan mengumpulkan uang untuk program investasi infrastruktur secara besar-besaran.

Dia ingin menaikkan tarif pajak tertinggi, menggandakan pajak atas apa dengan diperoleh orang berpenghasilan tinggi dari investasi, dan menukar pajak warisan.

Namun, penjabaran ProPublica menyimpulkan: “Sementara sebesar orang kaya Amerika, semacam pengelola investasi global, mau lebih banyak membayar pajak di bawah pemerintahan Biden saat ini, sebagian gede dari 25 yang terkaya akan melihat sedikit modifikasi. ”

Salah satu miliarder yang disinggung adalah filantropis George Soros, yang selalu diduga membayar pajak kurang. Pihak kantornya tak menjawab pertanyaan BBC, akan namun dalam sebuah pernyataan kepada ProPublica, Soros mengaku tak punya utang pajak sebab beberapa tahun mengalami kesialan investasi.

Pernyataan ini selalu menunjukkan bahwa dia selama ini mendukung pengenaan pajak tinggi kepada orang-orang mampu di Amerika.

‘Ilegal’

Bersandarkan laporan di AS, Michael Bloomberg, mantan wali kota New York yang rincian pajaknya juga menjadi pancaran dalam publikasi ini, mengucapkan pengungkapan ini telah menerbitkan masalah privasi, dan dia akan menggunakan “cara hukum” untuk menyelidiki sumber sebab kebocoran dokumen.

ProPublica, suatu situs investigasi, telah mencatat sejumlah artikel mengenai bagaimana pemotongan anggaran di Privat Revenue Service AS telah menghambat kemampuan lembaga itu untuk menegakkan aturan pajak pada orang-orang kaya & perusahan besar.

Posisi berita ini mengatakan sudah menerima bocoran dokumen retribusi sebagai tanggapan atas artikel-artikel ini.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengutarakan, bahwa “pengungkapan dari pihak yang tidak berwenang berasaskan informasi rahasia pemerintah” adalah ilegal.

Juru bicara Departemen Keuangan AS, Lily Adams mengatakan dalam pernyataan mencuaikan surat elektronik kepada kantor berita Reuters bahwa masalah ini telah dilimpahkan ke FBI, jaksa federal serta dua pengawas internal Bagian Keuangan, “yang semuanya berwenang untuk melakukan investigasi”.

Komisioner Internal Revenue Service AS, (Badan Pemasukan Negara), Charles Rettig mengatakan: “Saya tidak bisa berbicara apa kendati sehubungan dengan pembayar pajak tertentu. Saya bisa mengonfirmasi bahwa ada sebuah analisis, dengan segala hormat, dakwaan bahwa sumber informasi di dalam artikel ini berasal daripada Internal Revenue Service.

About Author


Kenneth Sanders