Seruan Malaysia, Indonesia untuk pertemuan ‘khusus’ ASEAN bahas kudeta di Myanmar, kejadian yang disebut ‘langkah mundur’

seruan-malaysia-indonesia-untuk-pertemuan-khusus-asean-bahas-kudeta-di-myanmar-kejadian-yang-disebut-langkah-mundur-6

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

sejam yang lalu

jokowi

Kepala negara Malaysia dan Indonesia menyerukan pertemuan menteri luar negeri ASEAN buat membahas kudeta di Myanmar, langkah yang disebut PM Muhyidin Yassin sebagai “langkah mundur” dalam demokrasi dan dapat mengganggu kestabilan tempat.

Muhyidin mengatakan hal itu sesudah pertemuan dengan Presiden Joko Widodo Jumat (05/02) di Istana Langgas, Jakarta.

Muhydin mengatakan pertemuan “khusus” menteri luar negeri ini penting buat menghadapi “satu langkah mundur” di proses demokrasi di Myanmar.

“Adalah dikhuatiri (dikhawatirkan) pergolakan politik di Myanmar bisa (dapat) menganggu (mempengaruhi) keamanan dan kestabilan di rantau (kawasan) ini.

“Sehubungan ini, beta sangat bersetuju dengan cadangan biar kedua-dua Menteri Luar Negeri [Indonesia dan Malaysia] diberi mandat untuk mencari kesepakatan supaya satu mesyuarat (pertemuan) khusus ASEAN diadakan bagi mempercakapkan perkara ini dengan lebih mendalam, ” kata Muhyiddin Yasin.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo mengatakan konflik di Myanmar dapat diselesaikan berdasarkan hukum dan sesuai prinsip ASEAN, di antaranya demokrasi, Hak Asasi Manusia, & pemerintahan yang konstitusional.

Ia memasukkan masalah krisis Rohingya di Myanmar juga akan terus menjadi menjawab.

Myanmar

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengutarakan tengah berupaya mendapatkan kejelasan kedudukan dan informasi tentang apa yang terjadi di Myanmar untuk lalu memutuskan hal-hal yang bisa dikerjakan.

Muhyidin dan Joko Widodo

Juru Kata Kemenlu, Teuku Faizasyah menambahkan pemerintah Indonesia berharap Brunei sebagai Kepala ASEAN dapat melakukan langkah strategis untuk menghadapi krisis Myanmar.

“Kita hormati posisi Brunei selaku ketua ASEAN. Kita harap atau dorong Brunei lakukan langkah-langkah strategis di dalam rangka ASEAN, ” kata Faizasyah.

About Author


Kenneth Sanders