Ustaz di Australia, Abdul Nacer Benbrika tetap diharuskan mendekam di kurungan walau sudah jalani vonis 15 tahun penjara dalam kasus terorisme

dai-di-australia-abdul-nacer-benbrika-tetap-diharuskan-mendekam-di-penjara-walau-sudah-jalani-vonis-15-tahun-penjara-dalam-kasus-terorisme-4

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

57 menit yang lalu

Abdul Nacer Benbrika

Pengadilan di Australia pada keadaan Rabu (10/02) memutuskan bahwa dai Abdul Nacer Benbrika, yang divonis bersalah dalam kasus terorisme, tentu mendekam di penjara meski sudah menyelesaikan masa hukuman 15 tahun.

Pemerintah menggunakan pasal dengan sangat jarang digunakan untuk mengisbatkan Benbrika tidak menghirup udara khali setelah selesai menjalani hukuman.

Menteri Di dalam Negeri, Peter Dutton, beralasan penghentian Benbrika bisa mengancam keselamatan terbuka, dan karenanya mengajukan permintaan biar dai tersebut tetap berada dalam penjara hingga tahun ke aliran.

Cara pemerintah ini ditolak oleh pengacara Benbrika dan mereka mengajukan keberatan ke Pengadilan Tinggi dengan keterangan pasal yang digunakan pemerintah tidak valid.

Namun upaya tersebut ditolak oleh Pengadilan Tinggi.

Apa kasus yang menimpa Benbrika?

Benbrika, bersama kaum pengikutnya, ditangkap pada November 2005, tidak lama setelah insiden serangan bom di London, Inggris.

Penangkapannya dilakukan menyusul perubahan legislasi pada Australia yang memungkinkan penangkapan dikerjakan terhadap mereka yang disangka padahal merencanakan serangan teror.

Pengadilan memutuskan dia bersalah atas tuduhan memimpin ikatan teroris dan aktif di kegiatan kelompok tersebut.

Melbourne

Keenam orang lainnya dinyatakan bersalah karena bergabung dengan kelompok tersebut.

Alat penegak hukum mengatakan kelompok tersebut berencana melancarkan sejumlah serangan, tercatat pada pertandingan olahraga yang di setiap tahun dihadiri oleh 100. 000 orang di Melbourne.

Ia juga dituduh pernah membahas rencana “untuk melenyapkan mantan perdana menteri John Howard”.

Kok pemerintah tak ingin ia sunyi?

Azab yang dijatuhkan terhadap Benbrika sudah pada 5 November 2020.

Namun pemerintah Australia mengajukan permintaan ke meja hijau agar tetap bisa menahan Benbrika.

Bersandarkan peraturan, mereka yang dinyatakan bersalah dalam kasus terorisme bisa tentu ditahan hingga tiga tahun setelah selesai menjalani masa hukuman.

Pengacara mendatangkan alasan pemerintah ke pemerintah, biar Benbrika bisa bebas, namun cara ini kandas.

Pengadilan menguatkan keputusan sebelumnya yang mengabulkan permintaan pemerintah, dengan menyatakan “pasal yang digunakan negeri sebagai dasar untuk tetap menahan Benbrika valid karena ditujukan buat melindungi komunitas dari ancaman kesibukan terorisme”.

Siapa Benbrika?

Benbrika adalah dai kemunculan Aljazair yang tinggal di Australia sejak 1989.

Ia menjadi orang atasan kelompok teroris pertama yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan dijatuhi hukuman maksimal penjara 15 tarikh.

Di 2020, pemerintah mencabut kewargangeraannya & ketika itu Menteri Dalam Daerah Peter Dutton mengatakan Benbrika “akan dipulangkan ke Aljazair begitu dia bebas”.

Pada November 2020, Dutton mengucapkan, “Saya membatalkan kewarganegaraan Benbrika… dia menjadi individu pertama yang kehilangan kewarganegaraan saat berada di di dalam wilayah Australia. ”

Dutton juga mengatakan pemerintah “akan mengambil semua tindakan yang memungkinkan dari sisi lembaga untuk melindungi warga Australia daripada orang-orang yang dinilai mengancam keamanan”.

Sekitar ini belum jelas apa yang terjadi dengan Benbrika, begitu dia selesai menjalani “penambahan kurungan”.

About Author


Kenneth Sanders