Vaksin Covid-19: Negara-negara yang telah melakukan vaksinasi dan alasan di balik pemilihan imunisasi

Vaksin Covid-19: Negara-negara yang telah melakukan vaksinasi dan alasan di balik pemilihan imunisasi

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

5 jam yang semrawut

vaksin

Ketika pandemi Covid-19 terus melanda bersamaan dengan musim dingin di belahan utara negeri, semakin banyak negara memberikan lampu hijau vaksin Covid-19 untuk vaksinasi massal di negara masing-masing.

Sejak sejumlah vaksin yang dikembangkan di seluruh dunia, vaksin kolaborasi kurun perusahaan Amerika Serikat, Pfizer serta perusahaan Jerman, BioNTech mencatat memori pada tanggal 18 Desember sebagai vaksin pertama yang merilis masukan hasil uji coba tahap akhir skala penuh.

Vaksin tersebut diklaim dapat menawarkan kemanjuran hingga 95% terhadap Covid-19.

Menyusul lampu hijau untuk Pfizer-BioNTech, Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui vaksin rekaan Moderna, menjadikannya sebagai vaksin ke-2 yang mendapat persetujuan.

Moderna dinyatakan dapat mencegah Covid-19 had 94%.

Negara-negara mana saja yang telah memulai program vaksinasi virus corona dan vaksin apa saja yang digunakan?

Inggris

Pada tanggal 2 Desember, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui Pfizer-BioNTech untuk penggunaan darurat.

Pemerintah Inggris memesan 40 juta dosis vaksin, diperkirakan cukup untuk 20 juta orang mengingat setiap orang memerlukan dua ukuran.

Margareth Keenan, yang akan berulang tahun ke 91 minggu depan mengatakan vaksin itu, "merupakan hadiah awal ulang tahun terbaik."

Urutan warga Inggris yang mendapatkan vaksin ditetapkan pada kerentanan seseorang terpapar virus. Oleh karena itu, prioriitas pertama adalah lansia dan para praktisi di panti jompo, disusul awak di atas 80 tahun serta petugas kesehatan serta perawatan baik.

Maka Senin (21/12), menurut Perdana Gajah Boris Johnson, lebih dari 500. 000 orang telah diberi ukuran pertama dengan interval 21 hari sebelum dosis kedua.

Inggris menunggu buatan uji tahap akhir vaksin dengan dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca untuk pengadaan lebih lanjut.

Bahrain

Menyusul langkah Inggris, Bahrain pada tanggal 4 Desember tercatat sebagai negara kedua di dunia yang memberikan pengesahan penggunaan darurat vaksin Pfizer-BioNTech.

Agenda vaksinasi nasional segera dimulai dan pada Rabu (16/12) Raja Hamad bin Isa Al Khalifa diberi vaksin Covid-19.

Bahrain selanjutnya memakbulkan penggunaan vaksin produksi China Sinopharm. Negara itu mencatat 89. 600 kasus dengan 349 kematian.

Amerika Serikat

Awal Amerika Serikat (AS) sempat mengacaukan Inggris karena dianggap terlalu terburu-buru menyetujui vaksin Pfizer-BioNTech, tetapi negeri itu melalui Badan Obat & Makanan Amerika Serikat (FDA) turut memberikan lampu hijau untuk vaksin yang serupa pada tanggal 11 Desember.

Agenda vaksinasi ini dimulai pada Senin (14/12) dan di antara itu yang masuk penerima gelombang pertama adalah Sandra Lindsay, seorang pembela di New York.

“Saya merasa penyembuhan akhirnya tiba, ” ungkapnya.

Moderna

Selain Pfizer-BioNTech, FDA juga memasukkan Moderna ke dalam daftar vaksin yang digunakan di negara itu. Vaksin rekaan dalam negeri AS tersebut menggunakan interval 28 hari dari dosis pertama ke dosis kedua.

AS merupakan negara pertama di dunia yang paling banyak mengalami kasus, 18, 1 juta hingga Selasa (22/12). Jumlah korban meninggal dunia akibat pandemi Covid-19 juga tercatat paling tinggi, 320. 000 orang.

Kanada

Kanada menggunakan izin penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech pada tanggal 9 Desember dan kira-kira hari kemudian langsung memulai vaksinasi massal.

Menurut penghitungan yang dilakukan dewan berita Reuters, Kanada memesan vaksin paling banyak di dunia kalau dihitung berdasarkan jumlah penduduk. Sejauh ini negara itu telah memesan 414 juta dosis untuk 38 juta penduduknya.

Justin Trudeau, Kanada

Pemesanan dalam jumlah gede itu tak urung menimbulkan kritik dari sejumlah kalangan yang terpendam jumlah dosis yang dipesan Kanada cukup untuk memvaksin lima kala total penduduknya. Langkah itu membuat negara-negara miskin kehilangan peluang mendapatkannya.

Perdana Menteri Justin Trudeau sampai merasa perlu memberikan klarifikasi. Menurutnya, negeri Kanada kurang sigap membeli kendaraan pelindung diri di awal pandemi dan pelajaran itu ia terapkan untuk pengadaan vaksin.

“Ada banyak hal yang menjadi pelajaran, tetapi salah satu pelajaran yang kami petik dari kekacauan alat penjaga diri adalah menyediakan vaksin semenjak awal, ” ungkapnya.

Arab Saudi

Sama secara negara tetangga Bahrain, Arab Saudi telah meluncurkan program vaksinasi massal.

Warga Arab Saudi, vaksin covid-19

Menteri Kesehatan Tawfiq Rabiah merupakan salah mulia dari warga yang mendapat suntikan vaksin Pfizer-BioNTech.

“Selama sembilan bulan terakhir, dengan cemas saya memantau jumlah kasus yang tercatat, ” katanya sesudah mendapat suntikan dosis prima pada Kamis (17/12).

“Sekarang, dengan bahagia saya akan memantau mereka yang mendapat vaksin. ”

Sejak awal pandemi, terdapat lebih dari 360. 300 kasus terkonfirmasi di Arab Saudi, dan jumlah kematian mencapai 6. 080.

Rusia

Meskipun Pfizer-BioNTech merupakan vaksin pertama yang digunakan secara massal setelah lulus uji fase ke-3 secara penuh, Rusia sejatinya sudah memberikan suntikan vaksin Covid-19 pada rakyatnya dengan vaksin buatan di negeri yang masih dalam tes tahap akhir.

Pemerintah Rusia mengumumkan vaksin Sputnik V yang dikembangkan lembaga penelitian nasional Gamaleya serta diklaim mempunyai kemanjuran 91, 4%.

Sputnik V, vaksin,warga Rusia

Meskipun sudah didaftarkan sejak Agustus lalu, penggunaan Sputnik V skala tinggi baru dimulai pada tanggal 4 Desember.

Vaksinasi massal di Rusia itu diperintahkan langsung oleh Kepala Vladimir Putin dalam hitungan jam sesudah Pfizer-BioNTech disetujui penggunaannya oleh Inggris.

Gelombang pertama yang mendapat vaksin di antaranya adalah sinse, guru dan pekerja sosial beserta kelompok-kelompok rentan lainnya.

China

Sejauh ini China mempunyai lima kandidat vaksin sebab empat produsen dalam uji klinis fase ketiga, termasuk Sinopharm & Sinovac Biotech.

Walaupun belum ada yang disetujui untuk penggunaan menguntungkan di China, vaksin-vaksin tersebut telah diberikan dalam bentuk “pra-uji” dalam China yang jumlah kasusnya kecil.

Sinovac

Di dalam pertengahan Desember, sebagaimana dilaporkan jalan, pihak berwenang mengumumkan rencana untuk menvaksinasi sekitar 50 juta warga sebelum tanggal 15 Januari buat dosis pertama dan sebelum tanggal 5 Februari untuk dosis kedua.

Vaksin-vaksin tersebut juga diujicobakan tahap simpulan di 15 negara di luar China, termasuk Indonesia, Turki, Negeri brazil dan Turki.

Para tenaga kesehatan tubuh di Indonesia mengaku khawatir menjadi yang pertama mendapat vaksin Covid-19, karena belum ada informasi terpaut dengan keamanan.

Dua negara Arab, Asosiasi Emirat Arab dan Bahrain, menjelma negara-negara pertama yang menyetujui vaksin Sinopharm.

Uni Emirat Arab menempuh langkah itu sesudah melakukan uii coba tahap akhir terhadap 31. 000 orang dengan tingkat efikasi 86%.

About Author


Kenneth Sanders